September 17, 2019

#repost

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kepada saudara-saudara kami tabarakallahu ta'ala..
Qadarullah wa ma sya'a fa'al .. Guru kita ustadz Mubarak Abdul Rahim tabarakallahu ta'ala saat ini sedang sakit - oleh tim dokter RS Borneo Kuching beliau didiagnosa kanker pankreas.
Tim dokter menjadwalkan tindakan operasi pada 24 September 2019.
Informasi dari pihak RS bahwa estimasi biaya operasi mencapai 250 juta rupiah.
Sebagai bentuk kasih sayang kita dan tuntunan agama ini tentu kita selalu ingin mengulurkan bantuan demi menghilangkan kesusahan saudara kita.
Dalam hal ini kami berharap guru kami ustadz Mubarak AR, ridho menerima uluran tangan kami yang semata-mata berharap wajah Allah Subhanahuwata'ala di akhirat nanti.

Kami tim supervisi berinisiatif dan bersedia menghimpun donasi saudara-saudara jamaah sekalian yang akan kami pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
Tim Supervisi sudah membuka nomor rekening donasi sebagai berikut :
An : Iwan Prihartono
No rek : BNI 069 4605 529
No konfirmasi transfer : 0811575796

Teriring doa untuk guru kami semoga Allah menyembuhkannya dan mengangkat derajatnya.
Demikian maklumat dari kami atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih..

جزاكم الله خيرا و بارك الله فيكم

Tim Supervisi / Konfirmasi :
1. Iwan Prihartono (0811575796)
2. Basuki Rajardjo (08125644103)
3. Pardiman (085249467808)
3. Sudarmin (081256402769)
4. Wahyu/Wempy (082157446688)

Agustus 02, 2019


Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 24 Tahun ke-4

~~~~

🗓 Waktu terbit: Jum'at, 30 Dzulqo'dah 1440 H | 2 Agustus 2019
🖋 Judul: "Syirik Dosa yang Paling Besar dan Tidak Allah Ampunkan"
👤 Oleh: Ustadz Hamdi Abu Abdillah حفظه الله

📜 File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
bit.ly/buletinmuwahhidin-24th4

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak





Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 23 Tahun ke-4

~~~~

🗓 Waktu terbit: Jum'at, 23 Dzulqo'dah 1440 H | 26 Juli 2019
🖋 Judul: "Perintah untuk Berqurban"
👤 Oleh: Ustadz Mubarak Abdul Rahim حفظه الله

📜 File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
bit.ly/buletinmuwahhidin-23th4

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak





Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 21 Tahun ke-4

~~~~

🗓 Waktu terbit: Jum'at, 18 Ramadhan 1440 H | 24 Mei 2019
🖋 Judul: "Bahaya Syirik Kecil (Riya')"
👤 Oleh: Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam حفظه الله

📜 File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
bit.ly/buletinmuwahhidin-21th4

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak




Juli 19, 2019



Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 22 Tahun ke-4

~~~~

🗓 Waktu terbit: Jum'at, 16 Dzulqo'dah 1440 H | 19 Juli 2019
🖋 Judul: "Haruskah Takut dari Syirik?"
👤 Oleh: Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam حفظه الله

📜 File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
bit.ly/buletinmuwahhidin-22th4

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak



Juli 09, 2019



🌿 Mari Berqurban 1440 H Bersama Rumah Amal Muwahhidin (RAM) 🌿

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Alhamdulillah di tahun 1440 Hijriyah ini, Rumah Amal Muwahidin ( RAM ) kembali menyelenggarakan penerimaan qurban dengan target 20 ekor sapi 20 ekor Kambing.

Cara pembayaran:
🏡 Cash ➡ langsung ke sekretariat RAM
💳 Transfer ke No. Rek. 621 006 4414 a.n. RAM QURBAN (Bank Muamalat)

Harap konfirmasi setelah transfer ke CP yang tertera di bawah, dengan format:

QURBAN # JENIS_HEWAN # NAMA # JLH_TRANSFER

Contoh: QURBAN # SAPI A# ABDULLAH # Rp. 3.000.000,-


Tempat penyembelihan/Penyauran hewan qurban:

🚩 Lokasi Pembagunan Ma'had Al-Barokat (Jl. Parit Berkat, Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap.

🐂 Jumlah hewan qurban :
 6 Ekor Sapi dan 14 kambing

🚌  Penyaluran hewan Qurban :
 Warga sekitar Ma'had Al-Barokat



🚩 Parit Husain. Jl. Parit Husain Desa punggur besar. kec. Sui. Kakap

🐂 Jumlah Hewan Qurban :
 2 Ekor sapi

🚌 Penyaluran hewan qurban :
 Warga Parit husain



🚩 Parit toman jl. Parit toman desa punggur besar. kec.Sui Kakap

🐂 Jumalah hewan kurban :
 2 Ekor sapi

🚌 Penyaluran hewan qurban :
Warga Parit toman



🚩 Saung Al-Quran jl.Raya parit lintang desa kalimas Kec. Sui. Kakap

🐂 Jumalah hewan qurban :
1 Ekor sapi

🚌 Penyaluran hewan qurban :
Warga desa kalimas dan Santri Saung qur'an



🚩 Jl.Perdamain Gg. Hikmah Kab. Kubu Raya

🐂 Jumlah hewan Qurban
2 ekor sapi dan 2 ekor kambing

🚌 Penyaluran hewan qurban : Warga Gg. Hikmah dan sekitarnya



🚩 Komplek Arini 2 jl.Pembagunan desa Sui. Rengas . Kec. Sui. Kakap

🐂 Jumlah Hewan Qurban :
2 Ekor Sapi dan 2 ekor kambing

🚌 Penyaluran hewan qurban :
Warga komplek Arini 2 dan sekitarnya



🚩 Masjid Muwahidin jl. KH. Hasyim Ashari GG. Usaha 1 Sungai Jawi Pontianak kota

🐂 Jumlah Hewan qurban :
1 ekor sapi

🚌  Penyaluran hewan qurban :
Warga sekitar Masjid Muwahidin



🚩 Surau Miftahul Jannah jl.Johar Gg. Batu baru ( Dekat sekretariat RAM)

🐂Jumlah hewan Qurban :
1 ekor sapi

🚌  Penyaluran hewan qurban : Warga sekitar Surau miftahul Jannah



🚩 Warga desa Purun Kab. Mempawah

🐂Jumlah hewan Qurban :
1 ekor sapi

🚌  Penyaluran hewan qurban :
Warga desa purun



🚩 Masjid Al-Ikhlas Pahuman Landak ( Disalurkan di perkampungan Muallaf otobasa , Desa Bandang , warga sekitar masjid Al-Iklas

🐂 Jumlah Hewan Qurban :
2 ekor Sapi dan 2 ekor kambing

🚌 Penyaluran hewan Qurban : Perkampungan Muallaf otobasa , Desa Bandang , warga sekitar masjid Al-Iklas


Info lebih lanjut
hubungi: 📞✉
085828091561 / 082299602660 / 085252018869

#QurbanYuk!
#1440Hijriyah

➖➖➖
Lembaga Rumah Amal Muwahhidin
Sekretariat: Jl. Hos Cokroaminoto Gg. Bersatu No. 32 Pontianak, Kalimantan Barat

Tetap terhubung bersama RAM, kunjungi:
📲Website: www.ram.or.id
📲Facebook: rampontianak
📲Instagram: rampontianak
📲Twitter: @rampontianak



Mei 26, 2019


🌼I’tikaf bagi wanita🌼

Wanita dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan untuk mencari kebaikan dan meraih keutamaan lailatul qadr, sama seperti laki-laki. Bahkan, pada 10 malam terakhir ini, laki-laki dianjurkan membangunkan istrinya untuk melaksanakan shalat malam. ‘Aisyah radhiyallahu ’anha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Jika masuk 10 hari terakhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan kainnya, menghidupkan malam, dan membangunkan istri (keluarga)nya.” (HR. Al-Bukhari No. 2024, Muslim No. 1174) Tujuannya untuk meraih keutamaan malam lailatul qadr, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تحِرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadr pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari No. 2017, Muslim No. 1169)

مَنْ قَامَ لَيْلَة الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمّ مِنْ ذَنْبِكَ

“Barangsiapa yang shalat malam pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari No. 2014, Muslim No. 760)

Disyari’atkannya i’tikaf bagi wanita

Aisyah radhiyallahu ’anha mengatakan bahwa ketika Rasulullah menyampaikan akan ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, ia segera meminta izin kepada beliau untuk ber-i’tikaf dan Rasulullah shallaallahu ’alahi wa sallam mengizinkannya. (HR. Al-Bukhari no. 2045 dan Muslim no. 1172)

Dalam riwayat lain, ‘Aisyah berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

 “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selalu ber-i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Sepeninggal beliau, istri-istri beliaupun melakukan i’tikaf.” (HR. Al-Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Berikut ini penjelasan tentang beberapa hukum yang berkaitan dengan i’tikaf bagi wanita :

Harus dengan izin suami
Wanita tidak boleh ber-i’tikaf, kecuali setelah mendapat izin dari suaminya. Dalam riwayat di atas dijelaskan bahwa ‘Aisyah, Hafshah, dan Zainab meminta izin kepada Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam untuk melakukan i’tikaf.

Ketika suami meminta istri membatalkan i’tikaf-nya
Apabila i’tikaf yang dilakukan istrinya adalah i’tikaf sunnah, maka suaminya boleh memintanya membatalkan i’tikaf, tetapi jika yang dikerjakan adalah i’tikaf wajib, seperti i’tikaf nazar yang dinazarkan dilakukan secara berturut-turut (i’tikaf pada 10 hari terakhir), dan sebelumnya mendapat izin suami maka suaminya tidak dapat membatalkan i’tikaf-nya. Namun, jika tidak disyaratkan berturut-turut maka suami dapat membatalkan i’tikaf-nya, kemudian menyempurnakan nazarnya dengan ber-i’tikaf di kesempatan yang lain.

I’tikaf hanya boleh dilakukan di dalam masjid
Allah Ta’ala berfirman,

وَأًنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِيْ الْمَسَاجِدِ

“Sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah : 187)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istri beliau pun melakukan i’tikaf di dalam masjid. Seorang wanita tidak boleh ber-i’tikaf di ruang shalat yang ada di rumahnya (Al-Mughala, 5/193) dan tidak diharuskan mengikuti shalat berjamaah di dalam masjid karena hukum shalat berjamaah tidak wajib baginya (Al-Mughni 3/189).

Wanita yang ber-i’tikaf di masjid harus dalam ruang tertutup
Ketika istri-istri Rasulullah hendak ber-i’tikaf, mereka menyuruh dibuatkan semacam kemah khusus untuknya di dalam masjid. Selain itu, masjid merupakan tempat umum yang selalu didatangi oleh kaum laki-laki dan sebaiknya mereka tidak saling melihat. Jika hendak membuat ruang khusus tersebut maka jangan mengambil tempat shalat kaum laki-laki karena akan memutus shaf dan mempersempit tempat shalat mereka (Al-Mughni 3/191).

Sibuk dengan ketaatan
Selama i’tikaf, dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan berbagai macam ketaatan kepada Allah Ta’ala, seperti shalat, membaca Alquran, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istigfar (memohon ampun), membaca shalawat (yang dicontohkan), berdoa, dan bentuk ketaatan lainnya.

Selama i’tikaf dimakruhkan menyibukkan diri dengan segala sesuatu yang tidak bermanfaat, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Juga dimakruhkan menahan diri dari berbicara (puasa bicara) dengan anggapan perbuatan ini adalah ibadah yang mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala (Fiqhus Sunnah 1/404).

Boleh keluar jika mendesak
‘Amrah menceritakan, “Ketika ber-i’tikaf, ‘Aisyah radhiyallahu ’anha pergi ke rumah jika ada keperluan, lalu mengunjungi orang sakit sejenak untuk bertanya tentang keadaannya. Hal ini ia lakukan sambil berlalu tanpa menghentikan langkahnya.” (Mushannaf Abdurrazzaq (no. 8055) dengan sanad yang shahih).

Akan tetapi, jika ia meninggalkan tempat i’tikaf tanpa keperluan yang jelas maka i’tikaf-nya batal.

Berhubungan badan membatalkan i’tikaf
Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَأًنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِيْ الْمَسَاجِدِ

 “Dan janganlah mencampuri mereka, sedang kamu ber–i’tikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah : 187)

Seluruh ulama sepakat, bahwa orang yang sedang ber-i’tikaf tidak boleh bercumbu dengan istrinya, meskipun hanya menciumnya atau selainnya.

Boleh menyentuh suami
Dibolehkan menyentuh suami tanpa disertai syahwat, seperti membasuh kepala, menyisir rambut, atau memberi sesuatu padanya.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memiringkan kepalanya kepadaku ketika beliau sedang tinggal di dalam masjid (i’tikaf), lalu aku menyisir rambutnya, sedangkan aku sendiri ketika itu sedang haid. (HR. Al-Bukhari no. 2029)

Istihadah, boleh i’tikaf
Wanita yang mengalami istihadah boleh ber-i’tikaf jika ia dapat menjaga kebersihan masjid. ‘Aisyah radhiyallahu ’anha meriwayatkan, “Seorang istri Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam yang sedang istihadah ikut ber-i’tikaf bersama beliau. Ia dapat melihat warna merah dan kuning yang keluar darinya sehingga terkadang kami meletakkan wadah di bawahnya ketika ia sedang shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 2037 dan Muslim no. 2476)

Boleh temui suami di tempat i’tikaf
Berdasarkan hadits Shafiyyah, istri Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa ia pernah menemui Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam ketika beliau tinggal di masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Ia bercakap-cakap beberapa saat dengan beliau lalu beranjak pulang. Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam pun bangkit untuk mengantarnya, hingga ketika sampai di pintu masjid yang berdekatan dengan pintu rumah Ummu Salamah (HR. Al-Bukhari no. 2053 dan Muslim no. 2175)

Tetap boleh dilamar atau dinikahi
Wanita yang sedang melaksanakan i’tikaf boleh dilamar maupun dinikahi, yang terlarang adalah berhubungan badan.



Disarikan dari Fiqh Sunnah Wanita hlm. 318-320, karya Syaikh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim.

🌎Sumber: Muslimah(dot)or(dot)id

🏷Silakan disebar semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum
➖➖➖◎◎➖➖➖
🌷Kemuslimahan Rumah Amal Muwahhidin (RAM)🌷
📷 instagram.com/kemuslimahan_ram
📲facebook.com/ram.kemuslimahan
🌎 http://www.ram.or.id/