Februari 15, 2019


Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 7 Tahun ke-4

~~~~~~~~~~


๐Ÿ—“ Waktu terbit: Jum'at, 10 Jumadil Akhir 1440 H | 15 Februari 2019
๐Ÿ–‹ Judul: "Apa itu Syirik?"
๐Ÿ‘ค Oleh: Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“œ File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
Buletin 7#4 - Apa itu Syirik?

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak




Februari 11, 2019



[Hari Valentine : Hari Zina Internasional] 

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah

Di antara bencana yang menimpa pemuda Islam adalah sikap latah meniru kebiasaan orang kafir. Salah satu di antaranya, memeriahkan Valentine’s Day. Valentine’s day, 100% datang dari orang kafir.

Kita semua sepakat bahwa valentine datang dari budaya non muslim. Terlalu banyak referensi tentang sejarah dan latar belakang munculnya hari valentine, yang mengupas hal itu. Saking banyaknya, mungkin kuranng bijak jika kami harus mengulas ulang pembahasan yang sudah berceceran tentang sejarah valentine’s. Untuk itu, kami di sini hanya ingin meyakinkan bahwa valentine murni dari orang kafir.

 Klaim : Kami mengakui bahwa valentine’s day buatan orang kafir, tapi kami sama sekali tidak melakukan ritual mereka. Kami hanya menjadikan hari ini sebagai hari untuk mengungkapkan rasa cinta kepada kekasih. Sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan acara keagamaan. Apakah ini tetap dilarang?

 Jawab :

Alasan ini tidak dapat diterima. Setelah Anda memahami bahwa hari valentine adalah budaya orang kafir, ada beberapa konsekuensi yang perlul Anda pahami:

Pertama, turut memeriahkan valentine’s day dengan cara apapun, sama saja dengan meniru kebiasaan orang kafir. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan ancaman yang sangat keras, bagi orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุชَุดَุจَّู‡َ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ْู‡ُู…

“Siapa yang meniru suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani). 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู‚ู„ ุฃุญูˆุงู„ู‡ ุฃู† ูŠู‚ุชุถูŠ ุชุญุฑูŠู… ุงู„ุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ، ูˆุฅู† ูƒุงู† ุธุงู‡ุฑู‡ ูŠู‚ุชุถูŠ ูƒูุฑ ุงู„ู…ุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ูƒู…ุง ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ : { ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَู„َّู‡ُู…ْ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ }

“Hadis ini, kondisi minimalnya menunjukkan haramnya meniru kebiasaan orang kafir. Meskipun zahir (makna tekstual) hadis menunjukkan kufurnya orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Sebagaiman firman Allah Ta’ala yang artinya, ‘Siapa di antara kalian yang memberikan loyalitas kepada mereka (orang kafir itu), maka dia termasuk bagian orang kafir itu’. (QS. Al-Maidah: 51).” (Iqtidha’ Shirathal Mustaqim, 1:214) 

Pada hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membedakan tujuan meniru kebiasaan orang kafir itu. Beliau juga tidak memberikan batasan bahwa meniru yang dilarang adalah meniru dalam urusan keagamaan atau mengikuti ritual mereka. Sama sekali tidak ada dalam hadis di atas. Karena itu, hadis ini berlaku umum, bahwa semua sikap yang menjadi tradisi orang kafir, maka wajib ditinggalkan dan tidak boleh ditiru.

Kedua, memeriahkan hari raya orang kafir, apapun bentuknya, meskipun hanya dengan main-main, dan sama sekali tidak diiringi dengan ritual tertentu, hukumnya terlarang.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, beliau menjumpai masyarakat Madinah merayakan hari raya Nairuz dan Mihrajan. Hari raya ini merupakan hari raya yang diimpor dari orang Persia yang beragama Majusi. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau bersabda,

ู‚َุฏِู…ْุชُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ، ูˆَู„َูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َุงู†ِ ุชَู„ْุนَุจُูˆู†َ ูِูŠู‡ِู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฌَุงู‡ِู„ِูŠَّุฉِ ، ูˆَู‚َุฏْ ุฃَุจْุฏَู„َูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‡ِู…َุง ุฎَูŠْุฑًุง ู…ِู†ْู‡ُู…َุง : ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู†َّุญْุฑِ ، ูˆَูŠَูˆْู…َ ุงู„ْูِุทْุฑِ

“Saya mendatangi kalian (di Madinah), sementara kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyah. Padahal Allah telah memberikan dua hari yang lebih baik untuk kalian: Idul Qurban dan Idul Fitri”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Syaikh Ali Al-Halabi) 

Mari kita simak dengan seksama hadis di atas. Penduduk Madinah, merayakan Nairuz dan Mihrajan bukan dengan mengikuti ritual orang Majusi. Mereka merayakan dua hari raya itu murni dengan main-main, saling memberi hadiah, saling berkunjung, dst. Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melarang mereka untuk merayakannya, menjadikannya sebagai hari libur, atau turut memeriahkan dengan berbagai kegembiraan dan permainan. Sekali lagi, meskipun sama sekali tidak ada unsur ritual atau peribadatan orang kafir.

Oleh karena itu, meskipun di malam valentine’s sekaligus siang harinya, sama sekali Anda tidak melakukan ritual kesyirikan, meskipun Anda hanya membagi coklat dan hadiah lainnya, apapun alasannya, Anda tetap dianggap turut memeriahkan budaya orang kafir, yang dilarang berdasarkan hadis di atas.

 Valentine’s Day Hari Zina Internasional 

Sudah menjadi rahasia umum, intensitas zina meningkat pesat di malam valentine. Hari itu dijadikan momen paling romantis untuk mengungkapkan rasa cinta kepada pacar dan kekasih.

Apabila valentine hanya sekadar pacaran dan makan malam, setelah itu pulang ke “kandang” masing-masing, ini cara valentine zaman 70-an, kuno! Saat ini, valentine telah resmi menjadi hari zina.

Bukan hanya mengungkap perasaan cinta melalui hadiah coklat, tapi saat ini dilampiri dengan kondom. Allahu akbar! Apa yang bisa Anda bayangkan? Malam valentine menjadi kesempatan besar bagi para pemuda dan mahasiswa pecundang untuk merobek mahkota keperawanan gadis dan para wanita. Malam valentine diabadaikan dengan lumuran maksiat dan dosa besar. Lebih parah dari itu, semua kegiatan di atas mereka rekam dalam video untuk disebarkan ke berbagai penjuru bumi melalui dunia maya. Bukankah ini bencana besar?! Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun..

Dimanakah rasa malu mereka?! Dimanakah rasa keprihatinan mereka dengan umat?! Akankah mereka semakin memperparah keadan?!

Wahai para pemuda pecundang…, jangan karena kalian tidak mampu menikah kemudian kalian bisa sewenang-wenang menggagahi wanita??

Wahai para pemudi yang hilang rasa malunya…, jangan karena sebatang cokelat dan romantisme picisan Anda merelakan bagian yang paling berharga pada diri Anda. Laki-laki yang saat ini sedang menjadi pacarmu, bukan jaminan bisa menjadi suamimu. Bisa jadi kalian sangat berharap kasih sayang sang kekasih, namun di balik itu, obsesi terbesar pacarmu hanya ingin melampiaskan nafsu binatangnya dan mengambil madumu.

Bertaubatlah wahai kaum muslimin…

Ingatlah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ูˆَู„ุงَ ุธَู‡َุฑَุชِ ุงู„ْูَุงุญِุดَุฉُ ูِู‰ ู‚َูˆْู…ٍ ู‚َุทُّ ุฅِู„ุงَّ ุณَู„َّุทَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْู…َูˆْุชَ

“Jika perbuatan kekejian sudah merebak dan dilakukan dengan terang-terangan di tengah-tengah masyarakat, maka Allah akan menimpakan kehancuran kepada mereka.” (HR. Hakim dan beliau shahihkan, serta disetujui Ad-Dzahabi) 

Allahu Akbar, bukankah ini ancaman yang sangat menakutkan. Gara-gara perbuatan mereka yang tidak bertanggung jawab itu, bisa jadi Allah menimpakan berbagai bencana yang membinasakan banyak manusia. Ya.. valentine’s day, telah menyumbangkan masalah besar bagi masyarakat. Sangat tepat seperti kisah Nabi Musa ‘alaihis salam yang berdoa kepada Allah, karena kelancangan yang dilakukan kaumnya yang menyembah anak sapi. Allah abadikan dalam firman-Nya,

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ุงู„ْุนِุฌْู„َ ุณَูŠَู†َุงู„ُู‡ُู…ْ ุบَุถَุจٌ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูˆَุฐِู„َّุฉٌ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†َุฌْุฒِูŠ ุงู„ْู…ُูْุชَุฑِูŠู†َ (152)ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุณَّูŠِّุฆَุงุชِ ุซُู…َّ ุชَุงุจُูˆุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِู‡َุง ูˆَุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّ ุฑَุจَّูƒَ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِู‡َุง ู„َุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ (153) ูˆَู„َู…َّุง ุณَูƒَุชَ ุนَู†ْ ู…ُูˆุณَู‰ ุงู„ْุบَุถَุจُ ุฃَุฎَุฐَ ุงู„ْุฃَู„ْูˆَุงุญَ ูˆَูِูŠ ู†ُุณْุฎَุชِู‡َุง ู‡ُุฏًู‰ ูˆَุฑَุญْู…َุฉٌ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ู„ِุฑَุจِّู‡ِู…ْ ูŠَุฑْู‡َุจُูˆู†َ (154) ูˆَุงุฎْุชَุงุฑَ ู…ُูˆุณَู‰ ู‚َูˆْู…َู‡ُ ุณَุจْุนِูŠู†َ ุฑَุฌُู„ًุง ู„ِู…ِูŠู‚َุงุชِู†َุง ูَู„َู…َّุง ุฃَุฎَุฐَุชْู‡ُู…ُ ุงู„ุฑَّุฌْูَุฉُ ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ู„َูˆْ ุดِุฆْุชَ ุฃَู‡ْู„َูƒْุชَู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ูˆَุฅِูŠَّุงูŠَ ุฃَุชُู‡ْู„ِูƒُู†َุง ุจِู…َุง ูَุนَู„َ ุงู„ุณُّูَู‡َุงุกُ ู…ِู†َّุง ุฅِู†ْ ู‡ِูŠَ ุฅِู„َّุง ูِุชْู†َุชُูƒَ ุชُุถِู„ُّ ุจِู‡َุง ู…َู†ْ ุชَุดَุงุกُ ูˆَุชَู‡ْุฏِูŠ ู…َู†ْ ุชَุดَุงุกُ ุฃَู†ْุชَ ูˆَู„ِูŠُّู†َุง ูَุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุงุฑْุญَู…ْู†َุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْุบَุงูِุฑِูŠู†َ

“Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan. Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) luh-luh (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang BODOH di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’raf: 153 – 155) 

Karena itu, kami mengajak kepada mereka yang masih lurus fitrahnya. Berusahalah untuk banyak istighfar kepada Allah. Perbanyaklah memohon ampunan kepada Allah. Kita berharap, dengan banyaknya istigfar yang kita ucapkan di malam zina ini, semoga Allah mengampuni hamba-hamba-Nya. Musa memohon ampunan kepada Allah, disebabkan ulah kaumnya yang bodoh, yang mengundang murka Allah.

Yaa Allah.., akankah Engkau membinasakan kami disebabkan ulah orang-orang BODOH di malam valentine?

Ampunilah kami Yaa, Allah..

_
๐Ÿ”ŠSilahkan disebar, semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum..

➖➖➖●◎○◎●➖➖➖
๐ŸŒทKemuslimahan Rumah Amal Muwahhidin (RAM)๐ŸŒท
๐Ÿ“ท instagram.com/kemuslimahan_ram
๐Ÿ“ฒfacebook.com/ram.kemuslimahan
๐ŸŒŽ http://www.ram.or.id/?m=1

---

Read more https://konsultasisyariah.com/10485-valentines-day-hari-zina-internasional.html



Februari 08, 2019




Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 6 Tahun ke-4

~~~~~~~~~~


๐Ÿ—“ Waktu terbit: Jum'at, 3 Jumadil Akhir 1440 H | 8 Februari 2019
๐Ÿ–‹ Judul: "Sabar Menghadapi Penyakit"
๐Ÿ‘ค Oleh: Ustadz Heriyadi, S.Pd.I. ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“œ File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
Buletin 6#4 - Sabar Menghadapi Penyakit

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak




Februari 06, 2019



Info Program Beasiswa Santri Yayasan Rumah Amal Muwahhidin

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Program beasiswa santri merupakan salah satu program Rumah Amal Muwahhidin yang telah berjalan sejak tahun 2013. Program ini diperuntukkan untuk para pemuda yang memiliki potensi untuk belajar di sekolah Islam / Pondok Pesantren, namun memiliki keterbatasan ekonomi. 
Alhamdulillah, atas izin Allah Subhaanahuwata'ala, kemudian bantuan dari para donatur (muhsinin), program ini tetap berjalan dengan lancar hingga saat ini. Berikut ini beberapa penjelasan terkait program beasiswa santri Rumah Amal Muwahhidin.

Seleksi
Sebelum para santri/siswa diterima untuk mendapatkan beasiswa Rumah Amal Muwahhidin, mereka sudah terlebih dahulu diseleksi sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh Yayasan Rumah Amal Muwahhidin.

Tujuan
Tujuan program ini adalah untuk mencetak para pengajar yang siap berkontribusi kedepan untuk memajukan dakwah Islam melalui program pendidikan Yayasan Rumah Amal Muwahhidin.

Sekolah
Sekolah Islam/Pondok Pesantren yang dipilih menjadi tempat belajar santri adalah sekolah/pondok pesantren yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salafush shalih. Diantara sekolah/pondok pesantren tempat belajar santri saat ini adalah Pondok Pesantren Al-Furqon Gresik, Pondok Pesantren Madinatul Qur'an Jonggol, dan Ma'had Imam Syafi'i Jakarta.

Santri
Jumlah santri yang sudah mendapatkan beasiswa Rumah Amal Muwahhidin adalah sebanyak 5 orang:

1) Puji Susanto, asal Purworejo

2) Prengki, asal Landak

3) Gunawan, asal Kubu Raya

4) Alviare Arinanda, asal Pontianak

5) Bani, asal Ketapang


Sekian informasi singkat mengenai program beasiswa santri Yayasan Rumah Amal Muwahhidin. Kami ucapkan jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur (muhsinin) yang selama ini sudah ikut serta berkontribusi dalam program ini, semoga Allah senantiasa membalas amal kebaikan kita semua dengan balasan terbaik di sisi-Nya, aamiin ya robbal 'aalamiin...

Mari bersama-sama kita berjuang mendapatkan amal jariyah bersama kami dengan menjadi donatur tetap Yayasan Rumah Amal Muwahhidin.

Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

+62 821-5822-4044 (Donasi Ummat RAM)


Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
Sekretariat: Jl. Hos Cokroaminoto Gg. Bersatu No. 32 Pontianak, Kalimantan Barat

Tetap terhubung bersama RAM, kunjungi:
๐Ÿ“ฒWebsite: www.ram.or.id
๐Ÿ“ฒFacebook: rampontianak
๐Ÿ“ฒInstagram: rampontianak
๐Ÿ“ฒTwitter: @rampontianak



Februari 04, 2019



#Kita Muslim Tidak Ikut Merayakan / Mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek (Gong Xi Fa Cai)#

Perayaan Imlek ini bukanlah perayaan kaum muslimin. Sehingga sudah barang tentu, umat Islam tidak perlu merayakan dan memeriahkannya. Tidak perlu juga memeriahkannya dengan pesta kembang api maupun bagi-bagi ampau, begitu pula tidak boleh mengucapkan selamat tahun baru Imlek.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud no. 4031 dan Ahmad 2: 92. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Memberi ucapan selamat tahun baru Imlek, ada yang mengucapkan do’a ‘gong he xin xi’ (hormat bahagia menyambut tahun baru) atau ‘gong xi fa cai’ (hormat bahagia berlimpah rejeki) pun terlarang. 

Hal ini disebabkan karena telah ada klaim ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa mengucapkan selamat atau mendoakan untuk perayaan non-muslim itu haram. Ijma’ adalah satu dalil yang menjadi pegangan. Nukilan ijma’ tersebut dikatakan oleh Ibnul Qayyim, di mana beliau rahimahullah berkata, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal dan selamat tahun baru imlek, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.

Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” (Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 441).

Kalau dikatakan para ulama sepakat, maka itu berarti ijma’. Dan umat tidak mungkin bersepakat dalam kesesatan, sehingga menyelisihi ijma’ itulah yang terkena klaim sesat. Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman,
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. An Nisa’: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) ulama kaum muslimin.

Bersikap toleran bukan berarti membolehkan segala hal yang dapat meruntuhkan akidah seorang muslim. Namun toleran yang benar adalah membiarkan mereka merayakan tanpa perlu loyal (wala’) pada perayaan mereka.

Hanya Allah yang memberi taufik.


Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
*dengan sedikit diedit.
Sumber: Rumaysho(dot)com

---
Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
Jl. HOS Cokroaminoto (Merdeka Timur) Gg.Bersatu No.32 Pontianak, Kalimantan Barat

Informasi Update Program RAM
๐Ÿ“ฒ www.ram.or.id
๐Ÿ“ฒ Facebook fanspage: rampontianak
๐Ÿ“ฒ Instagram: rampontianak
๐Ÿ“ฒ Twitter: @rampontianak






* Donasi Cepat 10 Hari Peduli korban Rumah terbakar *

Bismillah...
Innalilahi wa innailaihi rojiun...
Telah terjadi Kebakaran rumah Bapak Ambari 85 Tahun, Jalan Parit Makmur, Gg. Karimun 1, Siantan Tengah. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 29 Januari 2019.

Hasil survei dari Yayasan Rumah Amal Muwahidin hari Jum'at, tgl 1 Februari 2019 kondisi rumah sebagaian habis terbakar, hanya beberapa barang yang bisa diselamatkan. Bapak Ambari ini mempunyai 4 orang anak dan 1 orang istri, ketiga anaknya sudah tinggal dirumah lain, dan saat ini hanya tinggal bertiga dengan 1 anaknya yang mempunyai gangguan mental.

Saat ini ekonomi keluarga dibantu oleh istri beliau yaitu ibu Jaharan berusia 65 tahun dan hanya bekerja sebagai tukang cuci dengan gaji Rp. 700.000,- /bulan. maka dari itu saat ini keluarga sangat membutuhkan bantuan untuk perbaikan rumah dan membeli beberapa perabotan rumah tangga yang habis terbakar.

Kami Yayasan Rumah Amal Muwahidin (RAM) membuka kesempatan pada kaum muslimin yang ingin ikut membantu Keluarga Bapak Ambari.

➡Berikut daftar donatur per Sabtu, 27 Jumadil Awwal 1440 / 02 Februari 2019 Pukul 20.00 WIB:

1. Kas Yayasan RAM, Rp 500.000,-
2. Basyuki Rahmat, Rp. 50.000,-
3.
4.
dst..


Bagi kaum muslimin yang ingin ikut andil dalam menginfaqkan sebagian rezekinya kepada keluarga bapak Ambari

Salurkan donasi anda ke rekening yayasan:
| Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451)
| atas nama Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
| Nomor Rekening 3333.8888.22

Mohon Tambahkan Rp.200,- pada nominal terakhir untuk memisahkanya dengan dana yang lain.
Contoh: Rp. 1.000.200,-

atau konfirmasi dengan mengirimkan SMS atau WA ke nomor +62 821-5822-4044 (Donasi Umat RAM) dengan format:
nama#domisili#jumlah transfer#Donasi Rumah Terbakar#
contoh: 
Abdullah#Pontianak#1.000.200#Donasi Rumah Terbakar#

Atas partisipasinya kami ucapkan jazaakumullahu khairan, semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan. Aamiin.

---
Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
Jl. HOS Cokroaminoto (Merdeka Timur) Gg.Bersatu No.32 Pontianak, Kalimantan Barat

Informasi Update Program RAM
๐Ÿ“ฒ www.ram.or.id
๐Ÿ“ฒ Facebook fanspage: rampontianak
๐Ÿ“ฒ Instagram: rampontianak
๐Ÿ“ฒ Twitter: @rampontianak





[ SAY NO TO VALENTINE ]

Apa benar hari valentine yang diperingati setiap 14 Februari adalah hari kasih sayang?

Cinta Semu di Hari Valentine

Yang kami nilai, cinta di hari valentine adalah cinta semu. Karena konsekuensi dari cinta adalah cinta karena iman. Semakin orang lain itu beriman, maka semakin ia dicintai. Semakin ia gemar dalam maksiat, semakin berkurang kecintaan padanya. Cinta pada hari valentine tidaklah demikian.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika ada dalam diri seseorang kebaikan dan kejelekan, dosa dan ketaatan, maksiat, sunnah dan bid’ah, maka kecintaan padanya tergantung pada kebaikan yang ia miliki. Ia pantas untuk dibenci karena kejelekan yang ada padanya. Bisa jadi ada dalam diri seseorang kemuliaan dan kehinaan, bersatu di dalamnya seperti itu. Contohnya, ada pencuri yang miskin. Ia berhak dihukumi potong tangan. Di samping itu ia juga berhak mendapat harta dari Baitul Mal untuk memenuhi kebutuhannya.” (Majmu’ Al Fatawa, 28: 209).

Yang Ada, Cinta Karena Hawa Nafsu

Kecintaan di hari valentine sejatinya adalah cinta didasarkan hawa nafsu. Kenyataannya, kasih sayang yang ada bukanlah dari pasangan yang legal. Namun timbul dari pasangan yang belum ada status yang sah. Jadinya, yang adalah cinta berdasarkan hawa nafsu. Cinta tersebut pun adalah perantara menuju zina yang termasuk dosa besar. Padahal Allah telah memeringatkan,

ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆุง ุงู„ุฒِّู†َุง ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ูَุงุญِุดَุฉً ูˆَุณَุงุกَ ุณَุจِูŠู„ًุง

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).

Islam Sebenarnya Sudah Mengajarkan Kasih Sayang
Di masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, saling menyayangi ini sudah diajarkan.

ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุดِุฏَّุงุกُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒُูَّุงุฑِ ุฑُุญَู…َุงุกُ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al Fath: 29).

Bentuk kasih sayang yang diajarkan dalam Islam adalah dengan menolong satu dan lainnya.

ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชُ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกُ ุจَุนْุถٍ ูŠَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَูŠُู‚ِูŠู…ُูˆู†َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ูˆَูŠُุคْุชُูˆู†َ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูˆَูŠُุทِูŠุนُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุณَูŠَุฑْุญَู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 71).

Bahkan seorang mukmin dituntut untuk mewujudkan cintanya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

ู„ุง ูŠُุคْู…ِู†ُ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุญَุชَّู‰ ูŠُุญِุจَّ ู„ุฃَุฎِูŠู‡ِ ู…َุง ูŠُุญِุจُّ ู„ِู†َูْุณِู‡ِ

“Salah seorang di antara kalian tidaklah dikatakan beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงَ ุชَุฏْุฎُู„ُูˆู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุญَุชَّู‰ ุชُุคْู…ِู†ُูˆุง ูˆَู„ุงَ ุชُุคْู…ِู†ُูˆุง ุญَุชَّู‰ ุชَุญَุงุจُّูˆุง. ุฃَูˆَู„ุงَ ุฃَุฏُู„ُّูƒُู…ْ ุนَู„َู‰ ุดَู‰ْุกٍ ุฅِุฐَุง ูَุนَู„ْุชُู…ُูˆู‡ُ ุชَุญَุงุจَุจْุชُู…ْ ุฃَูْุดُูˆุง ุงู„ุณَّู„ุงَู…َ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Kasih sayang dalam Islam diajarkan setiap waktu, bukan di hari Valentine saja, bukan 14 Februari saja.
Say no to Valentine

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.


Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel dari Rumaysho(dot)com

---
Rumah Amal Muwahhidin
Jl. HOS Cokroaminoto (Merdeka Timur) Gg.Bersatu No.32 Pontianak, Kalimantan Barat

Tetap terhubung bersama RAM, kunjungi:
✓ https://www.ram.or.id
✓ https://www.facebook.com/rampontianak
✓ https://www.instagram.com/rampontianak
✓ https://www.twitter.com/rampontianak