Mei 17, 2019


Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 20 Tahun ke-4

~~~~~~~~~~


๐Ÿ—“ Waktu terbit: Jum'at, 11 Ramadhan 1440 H | 17 Mei 2019
๐Ÿ–‹ Judul: "Jagalah Dirimu dari Perkara yang Mutasyabihat"
๐Ÿ‘ค Oleh: Ustadz Rizki Amipon Dasa ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“œ File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
Buletin 20#4 - Jagalah Dirimu dari Perkara yang Mutasyabihat

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak




Mei 12, 2019



Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 19 Tahun ke-4

~~~~~~~~~~


๐Ÿ—“ Waktu terbit: Jum'at, 5 Ramadhan 1440 H | 10 Mei 2019
๐Ÿ–‹ Judul: "Nikmat Hidayah Islam"
๐Ÿ‘ค Oleh: Ustadz Ari Wahyudi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“œ File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
Buletin 19#4 - Nikmat Hidayah Islam

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak






[ Jangan Biarkan Puasamu Sia-sia ]

Di bulan Ramadhan ini setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya. Inilah yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur lagi membawa berita yang benar, 

ุฑُุจَّ ุตَุงุฆِู…ٍ ุญَุธُّู‡ُ ู…ِู†ْ ุตِูŠَุงู…ِู‡ِ ุงู„ุฌُูˆْุนُ ูˆَุงู„ุนَุทَุดُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya). 

Apa di balik ini semua? Mengapa amalan puasa orang tersebut tidak teranggap, padahal dia telah susah payah menahan dahaga mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari?

Saudaraku, agar engkau mendapatkan jawabannya, simaklah pembahasan berikut mengenai beberapa hal yang membuat amalan puasa seseorang menjadi sia-sia –semoga Allah memberi taufik pada kita untuk menjauhi hal-hal ini-.

1. Berkata Dusta (az zuur) 

Inilah perkataan yang membuat puasa seorang muslim bisa sia-sia, hanya merasakan lapar dan dahaga saja. 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฏَุนْ ู‚َูˆْู„َ ุงู„ุฒُّูˆุฑِ ูˆَุงู„ْุนَู…َู„َ ุจِู‡ِ ูَู„َูŠْุณَ ู„ِู„َّู‡ِ ุญَุงุฌَุฉٌ ูِู‰ ุฃَู†ْ ูŠَุฏَุนَ ุทَุนَุงู…َู‡ُ ูˆَุดَุฑَุงุจَู‡ُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903). 
Apa yang dimaksud dengan az zuur? As Suyuthi mengatakan bahwa az zuur adalah berkata dusta dan menfitnah (buhtan). Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1/121, Maktabah Syamilah)

2. Berkata lagwu (sia-sia) dan rofats (kata-kata porno) 

Amalan yang kedua yang membuat amalan puasa seseorang menjadi sia-sia adalah perkataan lagwu dan rofats. 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„َูŠْุณَ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ู…ِู†َ ุงู„ุฃَูƒْู„ِ ูˆَุงู„ุดَّุฑَุจِ ، ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّุบْูˆِ ูˆَุงู„ุฑَّูَุซِ ، ูَุฅِู†ْ ุณَุงุจَّูƒَ ุฃَุญَุฏٌ ุฃَูˆْ ุฌَู‡ُู„َ ุนَู„َูŠْูƒَ ูَู„ْุชَู‚ُู„ْ : ุฅِู†ِّูŠ ุตَุงุฆِู…ٌ ، ุฅِู†ِّูŠ ุตَุงุฆِู…ٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih) 
Apa yang dimaksud dengan lagwu? Dalam Fathul Bari (3/346), Al Akhfasy mengatakan,

ุงู„ู„َّุบْูˆ ุงู„ْูƒَู„َุงู… ุงู„َّุฐِูŠ ู„َุง ุฃَุตْู„ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุงู„ْุจَุงุทِู„ ูˆَุดَุจَู‡ู‡

“Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.” 
Lalu apa yang dimaksudkan dengan rofats? Dalam Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar mengatakan,

ูˆَูŠُุทْู„َู‚ ุนَู„َู‰ ุงู„ุชَّุนْุฑِูŠุถ ุจِู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุงู„ْูُุญْุด ูِูŠ ุงู„ْู‚َูˆْู„

“Istilah Rofats digunakan dalam pengertian ‘kiasan untuk hubungan badan’ dan semua perkataan keji.”

Al Azhari mengatakan,

ุงู„ุฑَّูَุซ ุงِุณْู… ุฌَุงู…ِุน ู„ِูƒُู„ِّ ู…َุง ูŠُุฑِูŠุฏู‡ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ ู…ِู†ْ ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉ

“Istilah rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita.” Atau dengan kata lain rofats adalah kata-kata porno. 
Itulah di antara perkara yang bisa membuat amalan seseorang menjadi sia-sia. Betapa banyak orang yang masih melakukan seperti ini, begitu mudahnya mengeluarkan kata-kata kotor, dusta, sia-sia dan menggunjing orang lain.

3. Melakukan Berbagai Macam Maksiat 

Ingatlah bahwa puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun hendaknya seorang yang berpuasa juga menjauhi perbuatan yang haram. Perhatikanlah saudaraku petuah yang sangat bagus dari Ibnu Rojab Al Hambali berikut : 
“Ketahuilah, amalan taqorub (mendekatkan diri) pada Allah Ta’ala dengan meninggalkan berbagai syahwat (yang sebenarnya mubah ketika di luar puasa seperti makan atau berhubungan badan dengan istri, pen) tidak akan sempurnahingga seseorang mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan perkara yang Dia larang yaitu dusta, perbuatan zholim, permusuhan di antara manusia dalam masalah darah, harta dan kehormatan.” (Latho’if Al Ma’arif, 1/168, Asy Syamilah)

Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus : 
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lihat Latho’if Al Ma’arif, 1/168, Asy Syamilah) 
Itulah sejelek-jelek puasa yaitu hanya menahan lapar dan dahaga saja, sedangkan maksiat masih terus dilakukan. Hendaknya seseorang menahan anggota badan lainnya dari berbuat maksiat. Ibnu Rojab mengatakan,

ุฃَู‡ْูˆَู†ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ุชَุฑْูƒُ ุงู„ุดَّุฑَุงุจِ ูˆَ ุงู„ุทَّุนَุงู…ِ

“Tingkatan puasa yang paling rendah hanya meninggalkan minum dan makan saja.”

Apakah dengan Berkata Dusta dan Melakukan Maksiat, Puasa Seseorang Menjadi Batal?

Untuk menjelaskan hal ini, perhatikanlah perkataan Ibnu Rojab berikut : 
“Mendekatkan diri pada Allah Ta’ala dengan meninggalkan perkara yang mubah tidaklah akan sempurna sampai seseorang menyempurnakannya dengan meninggalkan perbuatan haram. Barangsiapa yang melakukan yang haram (seperti berdusta) lalu dia mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan yang mubah (seperti makan di bulan Ramadhan), maka ini sama halnya dengan seseorang meninggalkan yang wajib lalu dia mengerjakan yang sunnah. Walaupun puasa orang semacam ini tetap dianggap sah menurut pendapat jumhur (mayoritas ulama) yaitu orang yang melakukan semacam ini tidak diperintahkan untuk mengulangi (mengqodho’) puasanya. Alasannya karena amalan itu batal jika seseorang melakukan perbuatan yang dilarang karena sebab khusus dan tidaklah batal jika melakukan perbuatan yang dilarang yang bukan karena sebab khusus. Inilah pendapat mayoritas ulama.”

Ibnu Hajar dalam Al Fath (6/129) juga mengatakan mengenai hadits perkataan zuur (dusta) dan mengamalkannya : 
“Mayoritas ulama membawa makna larangan ini pada makna pengharaman, sedangkan batalnya hanya dikhususkan dengan makan, minum dan jima’ (berhubungan suami istri).” 
Mala ‘Ali Al Qori dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih (6/308) berkata, “Orang yang berpuasa seperti ini sama keadaannya dengan orang yang haji yaitu pahala pokoknya (ashlu) tidak batal, tetapi kesempurnaan pahala yang tidak dia peroleh. Orang semacam ini akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang dia lakukan.”

Kesimpulannya : Seseorang yang masih gemar melakukan maksiat di bulan Ramadhan seperti berkata dusta, menfitnah, dan bentuk maksiat lainnya yang bukan pembatal puasa, maka puasanya tetap sah, namun dia tidak mendapatkan ganjaran yang sempurna di sisi Allah. –Semoga kita dijauhkan dari melakukan hal-hal semacam ini-

Ingatlah Suadaraku Ada Pahala yang Tak Terhingga Di Balik Puasa Kalian

Saudaraku, janganlah kita sia-siakan puasa kita dengan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Marilah kita menjauhi berbagai hal yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala puasa kita. Sungguh sangat merugi orang yang melewatkan ganjaran yang begitu melimpah dari puasa yang dia lakukan. Seberapa besarkah pahala yang melimpah tersebut? Mari kita renungkan bersama hadits berikut ini. 
Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 ูƒُู„ُّ ุนَู…َู„ِ ุงุจْู†ِ ุขุฏَู…َ ูŠُุถَุงุนَูُ ุงู„ْุญَุณَู†َุฉُ ุนَุดْุฑُ ุฃَู…ْุซَุงู„ِู‡َุง ุฅِู„َู‰ ุณَุจْุนِู…ِุงุฆَุฉِ ุถِุนْูٍ ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ุตَّูˆْู…َ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„ِู‰ ูˆَุฃَู†َุง ุฃَุฌْุฒِู‰ ุจِู‡ِ ูŠَุฏَุนُ ุดَู‡ْูˆَุชَู‡ُ ูˆَุทَุนَุงู…َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَุฌْู„ِู‰ 

“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim no. 1151) 

Lihatlah saudaraku, untuk amalan lain selain puasa akan diganjar dengan 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Namun, lihatlah pada amalan puasa, khusus untuk amalan ini Allah sendiri yang akan membalasnya. Lalu seberapa besar balasan untuk amalan puasa? Agar lebih memahami maksud hadits di atas, perhatikanlah penjelasan Ibnu Rojab berikut ini. 
“Hadits di atas adalah mengenai pengecualian puasa dari amalan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan hingga 700 kebaikan yang semisal. Khusus untuk puasa, tak terbatas lipatan ganjarannya dalam bilangan-bilangan tadi. Bahkan Allah ‘Azza wa Jalla akan melipatgandakan pahala orang yang berpuasa hingga bilangan yang tak terhingga. Alasannya karena puasa itu mirip dengan sabar. Mengenai ganjaran sabar, Allah berfirman,

ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas dengan pahala tanpa batas.” (QS. Az Zumar [39] : 10). Bulan Ramadhan juga dinamakan dengan bulan sabar. Juga dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi*). 
[* Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Al Jami’ Ash Shogir no. 2658 mengatakan bahwa hadits ini dho’if , pen] 
Sabar ada tiga macam yaitu sabar dalam menjalani ketaatan, sabar dalam menjauhi larangan dan sabar dalam menghadapi taqdir Allah yang terasa menyakitkan. Dan dalam puasa terdapat tiga jenis kesabaran ini. Di dalamnya terdapat sabar dalam melakukan ketaatan, juga terdapat sabar dalam menjauhi larangan Allah yaitu menjauhi berbagai macam syahwat. Dalam puasa juga terdapat bentuk sabar terhadap rasa lapar, dahaga, jiwa dan badan yang terasa lemas. Inilah rasa sakit yang diderita oleh orang yang melakukan amalan taat, maka dia pantas mendapatkan ganjaran sebagaimana firman Allah,

ุฐَู„ِูƒَ ุจِุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُุตِูŠุจُู‡ُู…ْ ุธَู…َุฃٌ ูˆَู„َุง ู†َุตَุจٌ ูˆَู„َุง ู…َุฎْู…َุตَุฉٌ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ูŠَุทَุฆُูˆู†َ ู…َูˆْุทِุฆًุง ูŠَุบِูŠุธُ ุงู„ْูƒُูَّุงุฑَ ูˆَู„َุง ูŠَู†َุงู„ُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุนَุฏُูˆٍّ ู†َูŠْู„ًุง ุฅِู„َّุง ูƒُุชِุจَ ู„َู‡ُู…ْ ุจِู‡ِ ุนَู…َู„ٌ ุตَุงู„ِุญٌ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุถِูŠุนُ ุฃَุฌْุฑَ ุงู„ْู…ُุญْุณِู†ِูŠู†َ

“Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At Taubah [9] : 120).” –Demikianlah penjelasan Ibnu Rojab (dalam Latho’if Al Ma’arif, 1/168) yang mengungkap rahasia bagaimana puasa seseorang bisa mendapatkan ganjaran tak terhingga, yaitu karena di dalam puasa tersebut terdapat sikap sabar.-

Saudaraku, sekali lagi janganlah engkau sia-siakan puasamu. Janganlah sampai engkau hanya mendapat lapar dan dahaga saja, lalu engkau lepaskan pahala yang begitu melimpah dan tak terhingga di sisi Allah dari amalan puasamu tersebut.

Isilah hari-harimu di bulan suci ini dengan amalan yang bermanfaat, bukan dengan perbuatan yang sia-sia atau bahkan mengandung maksiat. Janganlah engkau berpikiran bahwa  karena takut berbuat maksiat dan perkara yang sia-sia, maka lebih baik diisi dengan tidur. Lihatlah suri tauladan kita memberi contoh kepada kita dengan melakukan banyak kebaikan seperti banyak berderma, membaca Al Qur’an, banyak berdzikir dan i’tikaf di bulan Ramadhan. Manfaatkanlah waktumu di bulan yang penuh berkah ini dengan berbagai macam kebaikan dan jauhilah berbagai macam maksiat.

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, kemampuan untuk menjauhi yang larang dan diberikan rasa kecukupan.

๐ŸŒŽSumber: Rumasysho(dot)com
_
๐Ÿ”ŠSilahkan disebar, semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum..

➖➖➖●◎○◎●➖➖➖
๐ŸŒทKemuslimahan Rumah Amal Muwahhidin (RAM)๐ŸŒท
๐Ÿ“ท instagram.com/kemuslimahan_ram
๐Ÿ“ฒfacebook.com/ram.kemuslimahan
๐ŸŒŽ http://www.ram.or.id/



Mei 10, 2019



┏๐Ÿƒ๐ŸŒป━━━━━━━━━━┓
         Donasi Kegiatan Semarak
     Ramadhan Muwahhidin 1440 H
 Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
   ┗━━━━━━━━━━๐ŸŒป๐Ÿƒ┛
         
             ═══ ❁✿❁ ═══ 

                     ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

๐ŸŽ Kesempatan Emas Beramal Shalih di Bulan Berkah
#Yuk berlomba-lomba dalam kebaikan ๐Ÿ‘‡

Alhamdulillah, kita bersyukur atas karunia yg telah diberikan oleh Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ kepada kita selama ini.

Yayasan RAM selalu berkomitmen menyelenggarakan kegiatan tahunan yaitu Semarak Ramadhan Muwahhidin, adapun tujuan kegiatan ini untuk menebar kebaikan dan saling berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan Ramadhan

Adapun rangkaian kegiatan Semarak Ramadhan Muwahhidin 1440 H Yayasan Rumah Amal Muwahhidin sebagai berikut:

1.) Berbagi Iftor Ramadhan+operasional

Bagi yang ingin berinfaq, caranya bisa: 
 Transfer ke No. Rek.  7118788464 a.n. PANRAM L. Rumah Amal Muwahhidin (Bank Syariah Mandiri ). (mohon sertakan kode transaksi 100)

Kemudian diharapkan konfirmasi dengan mengirimkan SMS atau WA ke nomor +62 821-5822-4044 dengan format:

NAMA#TUJUAN_DONASI#JLH_TRANSFER#ALAMAT.
Contoh: Abdullah#Donasi Iftor Ramadhan# Rp. 1.000.100,-#Pontianak.

2.) Bakti Sosial di Desa Mualaf dan Muslim Minoritas, Kec. Pahauman, Kab. Landak
⏳17-18 Ramadhan 1440 H (22-23 Mei 2019)

Adapun hal-hal yang dibutuhkan untuk kegiatan ini sebagai berikut:

1. Snack dan minuman Ifthor 200 paket, dana yang dibutuhkan Rp1.400.000 ,-

2. Nasi kotak 200 porsi (Dana yang dibutuhkan Rp. 5.000.000,-

3. Paket Sembako 80 Buah, dana yang dibutuhkan Rp. 8.000.000,-

4. Transportasi dana yang dibutuhkan Rp. 7.000.000,-

5. Keperluan Bakti Sosial perkampungan mu'alaf dan muslim minoritas di Kab. Landak di beberapa titik:
 ➖ Perkampungan Muallaf Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kec.  Sengah Temila yaitu: 
a. Bukber dan Ceramah Agama, 
b. Pembagian paket Sembako, 
c. 150 keping atap seng Masjid Rp. 55.000 total Rp. 8.250.000,- 
d. Paku seng 5kg x Rp. 30.000,- total Rp. 150.000,- 
e. Batang kayu reng Mabang ukuran 5x7 Rp. 45.000 x 100 batang total Rp. 4.500.000,-
f. 1 buah Pintu WC Masjid Rp. 400.000,-

 ➖ Perkampungan Muslim Minoritas di Dusun Bandang Desa Keranji Kec.  Sengah Temila berupa: _Bukber dan ceramah agama,  pembagian paket sembako, Karpet plastik tebal ukuran 20 meter x Rp. 33.000 total Rp. 660.000
 ➖ Bantuan Prasarana tempat Ibadah Muallaf di Desa Banying berupa: Pembuatan SKT Tanah Wakaf bakal Bangunan Masjid.
Adapun dana yang dibutuhkan Rp. 500.000,-

6. Operasional kegiatan Rp. 7.000.000

Adapun total dana yang diperlukan sebesar Rp. 42.680.000,-

Untuk itu kami mengajak kaum muslimin untuk ikut andil dalam menginfaqkan sebagian rezekinya. Donasi bisa berbentuk Uang dan barang. Donasi ini dibuka hingga hari senin, 15 Ramadhan 1440 H | 20 Mei 2019 pukul 13.00 WIB.

Bagi yang ingin berinfaq, caranya bisa:
1⃣ ๐Ÿก Uang Cash atau barang ➡ langsung ke sekretariat RAM
2⃣ ๐Ÿ’ณ Transfer ke No. Rek.  7118788464 a.n. PANRAM L. Rumah Amal Muwahhidin (Bank Syariah Mandiri ). (Mohon sertakan kode transaksi 200)

Kemudian diharapkan konfirmasi dengan mengirimkan SMS atau WA ke nomor +62 821-5822-4044 dengan format:

NAMA#TUJUAN_DONASI#JLH_TRANSFER#ALAMAT_KEDIAMAN
Contoh: Abdullah#Donasi Bakti Sosial# Rp. 1.000.200,-#Pontianak


3.) I'tikaf di Masjid Al-Manar, Jalan Nurali, Pontianak
⏳10 Hari terakhir Ramadhan 1440 H (25 Mei - 2 Juni 2019)

Bagi yang ingin berinfaq, caranya bisa: 
 Transfer ke No. Rek.  7118788464 a.n. PANRAM L. Rumah Amal Muwahhidin (Bank Syariah Mandiri ). (mohon sertakan kode transaksi 300)

Kemudian diharapkan konfirmasi dengan mengirimkan SMS atau WA ke nomor +62 821-5822-4044 dengan format:

NAMA#TUJUAN_DONASI#JLH_TRANSFER#ALAMAT_KEDIAMAN
Contoh: Abdullah#Donasi I'tikaf# Rp. 1.000.300,-#Pontianak


Atas partisipasinya kami ucapkan ุฌุฒุงูƒ ุงู„ู„ู‡ُ ุฎูŠุฑًุง

Semoga Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ senantiasa menerima dan membalas amal kebaikan kita, aamiin.

Allah Ta'ala berfirman yang artinya:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q. S. Al-Baqoroh: 261)

Info lebih lanjut hubungi: ๐Ÿ“ž✉ +62 857-2389-1321

---
๐ŸŒ Untuk informasi update kegiatan yayasan RAM, silahkan kunjungi website kami di:
http://www.ram.or.id

▶ Serta social media resmi Yayasan:
www.facebook.com/rampontianak
www.instagram.com/rampontianak
www.twitter.com/rampontianak

---
Mengetahui Pembina Yayasan RAM:
1⃣ Ustadz Dr. Abdullah Roy, Lc, MA
2⃣ Ustadz Abu Nasyhita Ridwan, A.Md, S.Pd.I

Yuk bantu share! Semoga menjadi amal kebaikan.

#SemarakRamadhanMuwahhidin
#1440Hijriyah



Mei 03, 2019


Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 18 Tahun ke-4

~~~~~~~~~~


๐Ÿ—“ Waktu terbit: Jum'at, 28 Sya'ban 1440 H | 3 Mei 2019
๐Ÿ–‹ Judul: "Aku Ingin Perubahan Pada Diriku"
๐Ÿ‘ค Oleh: Ustadz Sulthon Quthub bin Maksum ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“œ File .pdf buletin dapat disimak pada link berikut:
Buletin 18#4 - Aku Ingin Perubahan Pada Diriku

Bagi ikhwah sekalian yg ingin memberikan kritik, saran maupun donasi untuk buletin muwahhidin silahkan menghubungi nomor berikut:

+62 857-2389-1321 (Humas RAM)

Jazaakumullahu khoiron

---
Informasi Program RAM:
www.ram.or.id
Facebook: rampontianak
Instagram: rampontianak
Twitter: @rampontianak




April 29, 2019



Informasi Safari Dakwah di Kalimantan Barat (Singkawang, Sambas, dan Pontianak)

๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ

Bismillah, hadirilah dengan mengharap ridho Allah
Safari Dakwah di Kota singkawang, Kab. Sambas dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat bersama Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafidzhahullah
• Pembina Yayasan Rumah Amal Muwahhidin (RAM)
• Pembina Group WhatsApp Halaqah Silsilah Ilmiyah [ HSI ] AbdullahRoy
• Pengajar Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Madinah (2013 - 2017)
• Alumni Universitas Islam Madinah Jurusan Aqidah
• Dosen STDI Imam Syafii Jember 
Rangkaian kegiatan:

1⃣ Tabligh Akbar: Belajar Aqidah Tak Kenal Henti
Kamis, 28 Sya'ban 1440 H / 2 Mei 2019
Pukul 18.10-20.35 WIB (Maghrib dan Isya Berjamaah)
Di Masjid Agung Nurul Islam , Jl. Alianyang, Singkawang
Lihat lokasi : https://maps.google.com/?cid=6665617838474216823

2⃣ Kajian Tematik: Bijak Memilih Guru
Jumat, 28 Sya'ban 1440 H / 3 Mei 2019
Pukul 04.35-06.00 WIB (Subuh Berjamaah)
Di Masjid Fastabiqul Khoirot, Jl. Yos Sudarso (Komplek Rumah Melayu), Singkawang
Lihat lokasi : https://maps.google.com/?cid=11272247900266923010

3⃣ Khutbah Jum'at: Tauhid Dulu Baru Yang Lain
Jumat, 28 Sya'ban 1440 H / 3 Mei 2019
Di Masjid At-Taqwa Sekura', Jl. jembatan besi Desa sekura kecamatan teluk keramat Sambas
Lihat lokasi : https://goo.gl/maps/J88RamfGry4Js5qH7

4⃣ Tabligh Akbar: Di Langit Rezekimu dan Apa Yang Dijanjikan Untukmu
Jumat, 29 Sya'ban 1440 H / 3 Mei 2019
Pukul 18.10-20.35 WIB (Maghrib dan Isya Berjamaah)
Di Masjid Ar Rasyid, Gg. Keluarga, Tebas kab. Sambas
Lihat lokasi : https://goo.gl/maps/SAiLkxmhngRnJJJz7

5⃣ Kajian Tematik: Amalan Ringan Berpahala Besar
Sabtu, 29 Sya'ban 1440 H / 4 Mei 2019
Pukul 04.35-06.00 WIB (Subuh Berjamaah)
Di Masjid Al Furqon Tebas, Jln. H .Said 
Depan SMKN 1 Tebas
Lihat lokasi : https://goo.gl/maps/T3MbW1U4XLkiNNg29

6⃣ Tabligh Akbar: Meninggalkan Sesuatu Karena Allah
Sabtu, 30 Sya'ban 1440 H / 4 Mei 2019
Pukul 19.20-21.00 WIB (Isya berjamaah)
Di Masjid Raya Mujahidin
Lihat lokasi :
https://maps.app.goo.gl/ggFDh

7⃣ Kajian Tematik: Hartaku Untuk Ibadahku
Ahad, 30 Sya'ban 1440 H / 5 Mei 2019
Pukul 04.35-06.00 WIB (Subuh berjamaah)
Di Masjid Al-Manar, Jl. Nurali, Pontianak
Lihat lokasi :
https://maps.app.goo.gl/sBWgc


๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐Ÿƒ

Safari Dakwah ini Gratis & Terbuka untuk Umum (Pria & wanita)

Silahkan diinformasikan seluas-luasnya, semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu syar'i dengan niat lurus Lillahi Ta'ala

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ูˆَู…َู†ْ ุณَู„َูƒَ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ูŠَู„ْุชَู…ِุณُ ูِูŠู‡ِ ุนِู„ْู…ًุง ุณَู‡َّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِู‡ِ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ู…ู† ุฏَู„َّ ุนู„ู‰ ุฎูŠุฑٍ ูู„ู‡ ู…ุซู„ُ ุฃุฌุฑِ ูุงุนู„ِู‡

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

---
Penyelenggara kegiatan:
- Yayasan Rumah Amal Muwahhidin
- HSI Abdullah Roy

---
Bekerja Sama dengan:
- Singkawang Mengaji
- Yayasan Al-Furqon Tebas
- Yayasan Imam Ibnu Katsir Sekura
- Yayasan Mujahidin
- Azm TV
- DKM Masjid Al-Manar Pontianak
- DKM Masjid Agung Nurul Islam Singkawang
- DKM Masjid Fastabiqul Khoirot Singkawang
- DKM Masjid At-Taqwa Sekura'
- DKM Masjid Al-Furqon Tebas
- DKM Masjid Ar-Rasyid Tebas

---
CP: 0857-2389-1321 (HUMAS RAM)



April 26, 2019



"Bersiap Menyambut Ramadhan"

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar. Salawat dan salam semoga tercurah kepadanya, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. Amma ba’du.

Bulan Ramadhan tak lama lagi tiba di hadapan kita. Bulan yang dinantikan oleh umat muslim di segala penjuru dunia. Bulan yang penuh dengan warna ibadah dan ketaatan; puasa, tilawah al-Qur’an, sholat malam, majelis ilmu, nasehat, sedekah, dan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan. Inilah salah satu bukti keindahan dan kesempurnaan ajaran Islam.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, Aku telah cukupkan bagi kalian nikmat-Ku, dan Aku telah ridha Islam sebagai agama bagi kalian.”(QS. al-Maa’idah: 3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma)

Bulan Ramadhan adalah bagian dari perjalanan waktu yang Allah ciptakan bagi hamba-hamba-Nya. Agar mereka memanfaatkannya untuk taat kepada-Nya dan menjauhi langkah-langkah setan yang terus berupaya untuk mengelabui dan menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Allah ta’alaberfirman (yang artinya), “Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Puasa Ramadhan adalah bagian dari keimanan. Imam Bukhari rahimahullah membuat bab di dalam Shahihnya dengan judul ‘Bab. Puasa Ramadhan karena mengharapkan pahala adalah bagian dari keimanan’ dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Lezatnya Ketaatan

Seorang hamba yang menyadari bahwa Allah adalah sesembahan-Nya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul-Nya tentu akan merasakan lezatnya ketaatan dalam beribadah dan tunduk kepada syari’at-Nya. Dia tidak akan merasa berat atau sempit tatkala harus menunaikan perintah Rabb alam semesta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan merasakan lezatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR. Muslim dari al-’Abbas bin Abdul Muthallib radhiyallahu’anhu)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi seorang lelaki yang beriman atau perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara kemudian mereka masih memiliki pilihan yang lain dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)

Mengiringi Amal Salih Dengan Keikhlasan

Puasa Ramadhan adalah amal salih yang sangat utama. Bahkan ia termasuk rukun islam. Sementara amal salih tidak akan bernilai di sisi Allah jika tidak diiringi dengan keikhlasan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (QS. al-Kahfi: 110)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan itu dinilai dengan niat. Dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin dia peroleh atau wanita yang ingin dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu)

Melandasi Amalan Puasa Dengan Takwa

Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Thalq bin Habibrahimahullah berkata, “Takwa adalah kamu melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah dengan mengharap pahala dari Allah. Dan kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah di atas cahaya dari Allah karena takut terhadap hukuman Allah.”

Puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga. Lebih daripada itu, puasa adalah ketundukan seorang hamba terhadap Rabb yang telah menciptakan dan mengaruniakan segala macam nikmat kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai umat manusia. Sembahlah Rabb kalian, yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 21)

Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah, berupa ucapan dan perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi. Ibadah memiliki tiga pondasi amalan hati, yaitu cinta, harap, dan takut. Seorang hamba yang beribadah kepada Allah harus menyertakan ketiga hal ini dalam setiap ibadah yang dilakukannya. Beribadah kepada Allah dengan cinta saja adalah kekeliruan kaum Sufi. Beribadah kepada Allah dengan harap saja adalah kekeliruan kaum Murji’ah. Dan beribadah kepada Allah dengan takut saja adalah kekeliruan kaum Khawarij. Oleh sebab itu ketiga hal ini harus ada di dalam hati seorang hamba tatkala beribadah kepada-Nya.

Ibadah seperti inilah yang akan diterima oleh Allah. Allah ta’ala berfirman tentang ibadah kurban (yang artinya), “Tidak akan sampai kepada Allah daging-dagingnya ataupun darahnya, akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.” (QS. al-Hajj: 37).

Menjalankan Puasa Dengan Sunnah Nabi-Nya

Ibadah kepada Allah tidak akan diterima jika tidak sesuai dengan syari’at-Nya. Dan tidaklah Allah mensyari’atkan kecuali melalui perantara Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’alaberfirman (yang artinya), “Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan termasuk bagian darinya maka ia pasti tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha). Dalam riwayat Muslim juga disebutkan,“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka ia pasti tertolak.”

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Rasul sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Tidaklah dia (Muhammad) berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah yang dia ucapkan melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS. an-Najm: 3-4)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apa saja yang dibawa oleh Rasul maka ambillah, dan apa saja yang dilarang olehnya maka tinggalkanlah.” (QS. al-Hasyr: 7). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menentang rasul itu setelah jelas baginya petunjuk dan dia mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman, maka Kami akan membiarkan dia terombang-ambing dalam kesesatannya, dan kelak Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisaa’: 115)

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Kaum muslimin telah sepakat, bahwasanya barangsiapa yang telah jelas baginya suatu tuntunan (hadits) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak halal baginya meninggalkannya dengan alasan mengikuti pendapat seseorang.” Imam Ahmadrahimahullah juga menegaskan, “Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sesungguhnya dia berada di tepi jurang kehancuran.”

Mengharapkan Pahala dan Ampunan dari-Nya

Pahala dari Allah dan ampunan-Nya adalah sesuatu yang amat dibutuhkan oleh seorang hamba. Sementara pahala dan ampunan itu Allah peruntukkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya lelaki dan perempuan yang muslim, lelaki dan perempuan yang mukmin, lelaki dan perempuan yang taat, lelaki dan perempuan yang jujur, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyu’, lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang menjaga kemaluannya, lelaki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah. Allah sediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 35)

Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang menghapuskan dosa-dosa. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sholat lima waktu. Jum’at yang satu dengan jum’at berikutnya. Ramadhan yang satu dengan Ramadhan berikutnya. Itu semua adalah penghapus dosa-dosa, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Untuk itu, semestinya seorang hamba yang menyadari bahwa dosa yang telah dilakukannya adalah musibah dan bencana bagi kehidupannya untuk segera bertaubat dan kembali kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan bertaubatlah kepada Allah kalian semua, wahai orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan kalian menjadi orang yang beruntung.” (QS. an-Nur: 31). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Dan hendaklah kalian memohon ampunan kepada kepada Rabb kalian lalu bertaubatlah kepada-Nya.” (QS. Hud: 3)

Bulan Ramadhan tak lama lagi datang. Alangkah malang diri kita jika bulan yang penuh berkah ini berlalu begitu saja tanpa curahan ampunan dan pahala dari-Nya. Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan yang mulia ini, melarutkan kita dalam kelezatan beribadah dan bermunajat kepada-Nya, menangisi dosa dan kesalahan kita. Ya Allah Ya Rabbi, pertemukanlah kami dengannya…


๐ŸทSource: Muslim(dot)or(dot)id

๐Ÿ”ŠSilahkan disebar, semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum..

➖➖➖◎◎➖➖➖
๐ŸŒทKemuslimahan Rumah Amal Muwahhidin (RAM)๐ŸŒท
๐Ÿ“ท instagram.com/kemuslimahan_ram
๐Ÿ“ฒfacebook.com/ram.kemuslimahan
๐ŸŒŽ http://www.ram.or.id/