Oktober 30, 2017


*** Poster Nasihat: Akibat Kesyirikan, Dosa Syirik Menghapus Semua Amal Kebaikan ***

Apa yang kita inginkan setelah mengalami kematian? Niscaya  kita  menjawab, “ingin masuk surga”. Ya, masuk surga merupakan keinginan yang dimiliki setiap manusia. Demikian pula masuk neraka merupakan hal yang paling ditakuti manusia, bahkan orang kafir pun takut masuk neraka. Akan tetapi, apakah kita sudah memenuhi syarat masuk surga? Ataukah kita justru masuk kualifikasi orang yang pantas masuk neraka? Pertanyaan tersebut merupakan hal yang harus kita cerna secara mendalam. Jika ingin masuk surga, kita harus memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dalamnya. Kita harus mengetahui bahwa syarat mutlak tersebut adalah kita mati dalam keadaan terbebas dari perbuatan syirik.

      Secara etimologi, syirik berarti persekutuan yang terdiri dari dua atau lebih yang disebut sekutu. Sedangkan secara terminologi, syirik berarti menjadikan bagi Allahtandingan atau sekutu. Definisi ini berasal dari hadis Nabitentang dosa terbesar:

أن تجعل لله ندا و هو خلقك
“...Engkau menjadikan sekutu bagi Allah sedangkan Dia yang menciptakanmu.” (HR. Bukhari: 7520, dan Muslim: 86)

      Menyejajarkan selain Allah dengan Allah, dalam hal yang merupakan kekhususan bagi Allahmerupakan perbuatan syirik. Sebagai contoh, di antara kekhususan Allahadalah  memberikan rezeki, artinya hanya Allah ﷻ  yang memiliki kemampuan memberikan rezeki kepada manusia dan menolak bermacam-macam musibah di muka bumi yang luas ini, bukan benda–benda yang dikeramatkan sebagian orang. Nauzubillah.

Cakupan Kekhususan Allah Ta’ala
      Allah memiliki tiga cakupan kekhususan, yang tidak boleh disetarakan dengan makhluk. Jika ada seseorang menyetarakan, menyejajarkan, menyamakan, atau menyandingkan kekhususan tersebut kepada selain Allah , maka ia telah berbuat syirik. Kekhususan tersebut ialah:
1.   Kekhususan dalam Rububiyyah Allah.
Rububiyyah adalah sifat khusus yang ada pada Allah, seperti kemampuan menciptakan makhluk, memberikan rezeki, menghidupkan makhluk, mematikan makhluk, dan mengatur alam semesta. Oleh karena itu, jika ada seseorang berkeyakinan suatu benda/makhluk bisa memberi sesuatu seperti sifat rububiyyah, contohnya meyakini bahwa dokter memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit, pepohonan dan jimat-jimat pelaris dagangan yang dapat memberikan rezeki, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik. Allahberfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah: "Allah". (QS. Saba’: 24)

2.   Kekhususan dalam Uluhiyyah Allah.
Uluhiyyah adalah sifat khusus yang ada pada Allah, yaitu bahwa Allahsatu-satunya yang berhak disembah dan diibadahi. Oleh karena itu, bentuk-bentuk peribadatan seperti sholat, puasa, berqurban, berdoa, dan sujud menyembah hanya boleh ditujukan kepada Allah semata, contohnya seseorang menyembelih hewan, kemudian sembelihan itu ditujukan kepada mayit untuk meminta  berkah, maka ia telah jatuh ke dalam perbuatan syirik. Allahberfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al Jin: 18)

3.  Kekhususan dalam Asma’ dan Sifat Allah.
Allahmemiliki asma’ (nama-nama) dan sifat yang khusus ada pada Allahsemata. Oleh karena itu, kita dilarang menyamakan asma’ dan sifat tersebut pada makhluk. Sebagai contoh, Allahmemiliki nama dan sifat Al-’Aliim (Maha Mengetahui Segala Sesuatu). Maka, kita tidak boleh meyakini bahwa dukun mengetahui sesuatu yang belum terjadi. Allahberfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
“...Tidak  ada  sesuatupun  yang  serupa  dengan  Dia,  dan  Dia-lah  yang  Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy Syuura: 11)

Bahaya Syirik terhadap Pelaku Kesyirikan
      Syirik memiliki bahaya yang sangat besar sehingga perlu mengenal bahaya tersebut, untuk kita hindari. Diantara bahaya tersebut adalah:

1.  Pelakunya melakukan dosa besar dan tidak akan diampuni oleh Allahkecuali dengan taubat. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa’: 48)

2.   Pelakunya terhapus seluruh amal kebaikannya. Allahberfirman:

ذَلِكَ هُدَى اللّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hamba-Nya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88)

3.   Pelakunya tidak akan masuk surga dan kekal di dalam neraka. Allahberfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maidah: 72)

        Semoga dengan penjelasan yang ringkas ini dapat menambah ilmu agama kita mengenai akibat kesyirikan yang secara tidak sadar sudah dilakukan oleh saudara muslim di sekitar kita. Kami berharap semoga kita semua senantiasa diberikan Taufik dan Hidayah oleh Allahagar dijauhkan dari perbuatan syirik dalam bentuk apapun selama hidup kita. Aamiin.

Wallahu A’lam

---
Artikel dari Ustadz Heriyadi, S.Pd.I. yang dimuat pada Buletin Jum'at Muwahidin Edisi 9 Tahun ke-1 : " Akibat Kesyirikan"

 

0 comments:

Posting Komentar