Oktober 08, 2017


Mempelajari tauhid wajib bagi pria dan wanita muslim karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk mentauhidkan atau mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Orang muslim yang belum memahami tauhid yang merupakan inti dari agama islam berarti belum memahami agamanya meski dia mengaku telah mempelajari ilmu yang banyak. Orang yang ingin mendapat kebahagiaan di surga maka dia harus memiliki modal, yaitu modal bertauhid. Tidak masuk ke dalam surga kecuali orang yang bertauhid meskipun terkadang dia diazab sebelumnya di dalam neraka karena dosa yang dia lakukan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda (yang terjemahnya),

Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan juga Rasul-Nya, dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan juga Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang Allah tiupkan kepada Maryam dan ruh, dari Allah subhanahu wa ta'ala, dan bersaksi bahwasanya surga adalah benar dan neraka adalah benar, maka Allah subhanahu wa ta'ala akan memasukkan dia ke dalam surga sesuai dengan apa yg telah dia amalkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang lain dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshari Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda (yang terjemahnya),

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah) yang dia mengharap dengan kalimat tersebut wajah Allah subhanahu wa ta'ala.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya modal utama untuk mendapatkan surga Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan bertauhid.

Tauhid adalah amalan yang paling Allah Subhanahu wa Ta’ala cintai, sebaliknya syirik yaitu menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam beribadah adalah sesuatu yang paling Allah murkai. Allah Subhanahu wa Ta’ala memang Maha Pengampun, akan tetapi apabila ada seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan melakukan syirik besar kepada Allah, maka Allah tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut, orang tersebut akan kekal di dalam neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala, sungguh ini adalah kerugian yang besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu".  Sesungguhnya  orang  yang  mempersekutukan (sesuatu  dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maa’idah: 72).

Maka hendaknya kita berhati-hati dari dosa yang satu ini, terkadang seseorang terjerumus ke dalam dosa ini sedangkan dia tidak menyadarinya. Bentengi diri kita dengan perisai ilmu, yaitu ilmu agama, belajarlah dan berdoalah kepada Allah dengan sejujur jujurnya, semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari perkara syirik. Syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang terjemahnya),

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. Az Zumar: 65-66).

Dalam ayat ini, seorang Nabi pun apabila dia berbuat syirik maka akan batal amalannya, oleh karena itu jagalah amalan kita yang sudah kita tabung bertahun-tahun, jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena ketidak tahuan kita terhadap tauhid dan juga syirik. Terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung dan belum tentu ada waktu lagi untuk kita bisa menabung kembali.

Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni. Namun apabila dia bertaubat (taubat nasuha) sebelum dia meninggal maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut. Taubat nasuha adalah taubat yang terpenuhi di dalamnya tiga syarat: (1) menyesal, (2) meninggalkan perbuatan tersebut, (3) bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda (yang terjemahnya),

Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, di hasankan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah).

Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Sallam tidak semuanya lahir dalam keadaan Islam, bahkan  banyak  diantara  mereka  yang  baru  masuk  Islam  ketika  sudah  besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan, maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik, mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga dia bisa menjauhi kesyirikan tersebut.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan Taufik dan Hidayah-Nya kepada kita, keluarga kita dan sahabat-sahabat kita untuk senantiasa istiqomah dalam beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tiada menyekutukan-Nya dalam perkara apapun dan memberi kemudahan untuk senantiasa mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik. Wallahu A’lam

___
(Diambil dari Buku Silsilah Belajar Tauhid karya Ustadz Dr. Abdullah Roy, Lc. MA yang juga dimuat pada Buletin Jum’at Muwahidin Edisi 4 Tahun ke-2: “Mengapa Wajib Mempelajari Tauhid?”)


0 comments:

Posting Komentar