Desember 03, 2017

*** Poster Dakwah: Tauhid, Modal Utama Masuk Surga ***


Mempelajari tauhid wajib bagi pria dan wanita muslim karena Allah ﷻ menciptakan manusia dan jin hanya untuk mentauhidkan Allah  atau mengesakan Allah ﷻ.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Rasul Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam diutus oleh Allah ﷻ untuk menegakkan dan mengajak kepada tauhid.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An Nahl: 36). -Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah.

Orang muslim yang belum memahami tauhid yang merupakan inti dari agama Islam berarti belum memahami agamanya meski dia mengaku telah mempelajari ilmu yang banyak. Orang yang ingin mendapat kebahagiaan di surga maka dia harus memiliki modal, yaitu modal bertauhid. Tidak masuk ke dalam surga kecuali orang yang bertauhid meskipun terkadang dia diazab sebelumnya di dalam neraka karena dosa yang dia lakukan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda yang terjemahnya,

“Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan juga Rasul-Nya, dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan juga Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang Allah tiupkan kepada Maryam dan ruh, dari Allah subhanahu wa ta'ala, dan bersaksi bahwasanya surga adalah benar dan neraka adalah benar, maka Allah subhanahu wa ta'ala akan memasukkan dia ke dalam surga sesuai dengan apa yg telah dia amalkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang lain dari ‘Itban bin Malik bin ‘Amr bin Al ‘Ajlan Al Anshari, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda yang terjemahnya,

“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah) yang dia mengharap dengan kalimat tersebut wajah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya modal utama untuk mendapatkan surga Allah ﷻ adalah dengan bertauhid.

Tauhid adalah amalan yang paling Allah ﷻ cintai, sebaliknya syirik yaitu menyekutukan Allah  di dalam beribadah adalah sesuatu yang paling Allah  murkai. Allah ﷻ memang Maha Pengampun, akan tetapi apabila ada seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan melakukan syirik besar kepada Allah ﷻ, maka Allah ﷻ tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut, orang tersebut akan kekal di dalam neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam surga Allah ﷻ, sungguh ini adalah kerugian yang besar. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa’: 48).

Allah  juga berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu".  Sesungguhnya  orang  yang  mempersekutukan (sesuatu  dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maa’idah: 72).

Maka hendaknya kita berhati-hati dari dosa yang satu ini, terkadang seseorang terjerumus ke dalam dosa ini sedangkan dia tidak menyadarinya. Bentengi diri kita dengan perisai ilmu, yaitu ilmu agama, belajarlah dan berdoalah kepada Allah  dengan sejujur-jujurnya, semoga Allah  melindungi kita dan keluarga kita dari perkara syirik. Syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang, Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ (66
“Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, Maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”  (QS. Az Zumar: 65-66).

Dalam ayat ini, seorang Nabi pun apabila dia berbuat syirik maka akan batal amalannya, oleh karena itu jagalah amalan kita yang sudah kita tabung bertahun-tahun, jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena ketidak tahuan kita terhadap tauhid dan juga syirik. Terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung dan belum tentu ada waktu lagi untuk kita bisa menabung kembali.

Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah ﷻ maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni. Namun apabila dia bertaubat (taubat nasuha) sebelum dia meninggal maka Allah ﷻ akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut. Taubat nasuha adalah taubat yang terpenuhi di dalamnya tiga syarat: (1) menyesal, (2) meninggalkan perbuatan tersebut, (3) bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi. Allah ﷻ berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (QS. Az Zumar: 53).

Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda yang terjemahnya,

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, di hasankan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah).

Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam tidak semuanya lahir dalam keadaan Islam,  bahkan  banyak  diantara  mereka  yang  baru  masuk  Islam  ketika  sudah  besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan, maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik, mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga dia bisa menjauhi kesyirikan tersebut. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan Taufik dan Hidayah-Nya kepada kita, keluarga kita dan sahabat-sahabat kita untuk senantiasa istiqomah dalam beribadah hanya kepada Allah ﷻ, tiada menyekutukan-Nya dalam perkara apapun dan memberi kemudahan untuk senantiasa mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik.

Wallahu A’lam

---
Diambil dari Buku “Silsilah Belajar Tauhid”, karya Ustadz Dr. Abdullah Roy, Lc. MA
Diterbitkan juga pada Buletin Jum’at Muwahhidin Edisi 4 Tahun ke-2: 29 Rabi’ul Akhir 1438 H / 27 Januari 2016 oleh Lembaga Rumah Amal Muwahhidin Pontianak.


0 comments:

Posting Komentar