Januari 20, 2018


Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk senantiasa mengingat-Nya. Memuji dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang berdzikir kepada-Nya secara mutlak (tanpa mengkhususkan waktu dan tempat tertentu), juga setelah menunaikan ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman,

فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
“Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An Nisaa’: 103).

Bahkan secara khusus Allah memerintahkan orang-orang yang telah selesai menunaikan ibadah haji untuk mengingat dan memuji-Nya. Allah berfirman,

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ
“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu Telah bertolak dari 'Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam.” (QS. Al Baqarah: 198).

Demikian pula dengan ibadah sholat. Salah satu tujuan disyariatkannya ibadah ini ialah untuk mengingat-Nya. Allah berfirman,


إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, Maka sembahlah Aku dan Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaahaa: 14).

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa mengingat-Nya, memuja-muji-Nya di setiap waktu. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al Ahzab: 41-42).

Melafalkan dzikir yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah sebagaimana sabda Nabi Muhammad yang terjemahnya,

“Sebaik-baik doa adalah doa (yang dipanjatkan) di padang arafah. Dan sebaik-baik yang Aku dan seluruh Nabi sebelumku katakan adalah Laa Ilaaha Illallaah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.” (HR. Tirmidzi).
Ketika kalimat ini memiliki kedudukan yang tinggi di dalam agama Islam, maka tentu saja ia juga memiliki kedudukan yang pentig dalam kehidupan manusia. Memiliki keutamaan yang sangat agung. Sungguh, ia adalah kalimat yang sering didengung-dengungkan kaum Muslimin saat adzan dan iqomah. Dalam khutbah, ceramah, kajian Islam dst. Kalimat yang dengannya berdiri bumi dan langit. Karenanya diciptakan timbangan, dicatatnya amal, dijadikannya surga dan neraka. Dengannya kiblat diarahkan, diasaskannya agama. Pedang para pejuang pun terhunus karenanya. Hak Allah bagi setiap hamba. Kalimat Islam, kunci surga. Dengannya ditanya seluruh manusia dari awal sampai akhir.

Tidak akan bergeser kaki seorang hamba sampai ia ditanya tentang dua perkara, (1) Apa yang kalian sembah selama di dunia? (2) Dan apa jawaban kalian soal diutusnya para Rasul? Jawaban yang pertama, dengan merealisasikan la ilaha illallah dengan ilmu, ucapan, dan amal. Maksudnya, mempelajari dan mengkaji apa yang terkandung dalam kalimat tersebut. Memahami syarat, rukun dan pembatalnya. Kemudian mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya. Jawaban yang kedua, merealisasikan syahadat Muhammad Rasulullah dengan ilmu, ketundukan, dan ketaatan. Artinya, memahami dengan seksama makna dari persaksian tersebut. Agar kemudian dapat beribadah dan beramal selaras dengan tuntunan Rasulullah . Kalimat inilah yang membedakan antara Islam dan Kafir. Ia adalah kalimat taqwa, ikatan yang sangat kuat sehingga Nabi Ibrahim jadikan sebagai kalimat yang kekal bagi anak keturunannya. Allah berfirman,


وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan (lbrahim ‘alaihissalam) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Az Zukhruf: 28).

Ia adalah kalimat yang Allah bersaksi atas diri-Nya sendiri, disaksikan pula oleh para Malaikat dan orang-orang yang berilmu dari makhluk-Nya. Allah berfirman:

Kita berdoa kepada Allah, dengan Nama-Nama-Nya yang Indah, Sifat-Sifat-Nya yang Mulia semoga kita semua diwafatkan di atas kalimat agung ini, kalimat tauhid, Aamiin.

Allahu A’lam.


---
Disalin dari tulisan Ustadz Hedi Kurniadi, Lc pada Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 46 Tahun ke-2: 13 Jumadil Ula 1438 H / 10 Februari 2017 yang diterbitkan oleh Lembaga Rumah Amal Muwahhidin Pontianak.




0 comments:

Posting Komentar