Januari 08, 2018



Poster Nasihat: LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) Mengulang Sejarah Kekejian Kaum Nabi Luth Alayhisalam Saat ini kaum muslimin di Indonesia kembali dihebohkan dengan isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Kelompok-kelompok pendukung gerakan ini menginginkan agar LGBT diakui di Indonesia, menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah dan merupakan kebebasan pribadi. Mereka terus mengatasnamakan HAM (Hak Asasi Manusia) dalam setiap aksi mereka. Perjuangan mereka ini, juga didukung oleh orang-orang liberal bahkan diantara mereka ada yang secara terang-terangan menentang hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan perkataan dan tulisan-tulisannya di media sosial. Islam sebagai agama yang universal, tentunya memilki pandangan sendiri tentang hal ini.



LGBT: Mengulang Sejarah Kekejian Kaum Nabi Luth


LGBT sejatinya mengingatkan kita kepada kisah kaum Nabi Luth Alayhisalam. Mereka melakukan kejahatan baru yang belum pernah terjadi di muka bumi dengan memadamkan potensi kemanusiaan yang ada di dalam diri mereka, yaitu mereka melakukan hubungan sesama jenis untuk memenuhi syahwat mereka. Allah berfirman,


وَلُوطًا إِذْ قالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (54) أَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّساءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” (Q.S. An-Naml: 54-55).
Dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman,
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
“Ingatlah Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya, kalian telah melakukan al-fahisyah, yang belum pernah dilakukan seorang pun di alam ini.” (Q.S. Al-Ankabut: 28).


Hukum Liwath dan Transgender

Hukum liwath (homoseks) dan transgender adalah haram dan pelakunya jatuh ke dalam dosa besar. Hal itu ditunjukkan dengan dalil-dalil yang menunjukkan adanya laknat bagi pelakunya. Dalil-dalil yang menunjukkan akan haramnya homoseksual dan pelakunya jatuh ke dalam dosa besar diantaranya adalah sabda Rasulullah ﷺ,


لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا
“Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan (homoseks) seperti kaum Luth,  Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan (homoseks) seperti kaum Luth, 3 kali.” (HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa yang paling dikhawatirkan beliau adalah terulangnya perbuatan keji kaum Nabi Luth Alayhisalam di tengah-tengah umatnya. Beliau ﷺ bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَحَافَ عَلَى أُمَّتِىْ عَمَلُ قَوْمِ لُوْطٍ

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah apa yang telah dilakukan oleh kaum Luth (homoseksual).”  (HR. Tirmizi 1457 dan dihasankan oleh Al-Albani). 

Adapun  mengenai transgender (merubah  jenis  kelamin) maka hal ini  juga  termasuk  dosa  besar dan  haram  untuk dilakukan.  Merubah  jenis kelamin yang dimaksud disini adalah mereka yang memang sekedar ingin menyerupai lawan jenis, bukan mereka yang sedang mengobati kelainan pada dirinya seperti orang-orang penderita intraseksual (memiliki organ kelamin ganda).
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk, maka tidak boleh baginya untuk merubah apa-apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan bagi dirinya. Merubah jenis kelamin merupakan jalan syaitan untuk menyesatkan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا


“Dan aku (Iblis) pasti akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka memotong telinga hewan ternak, dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah. Dan barangsiapa yang menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa’ : 119).
Kemudian dari sahabat Ibnu Abbas yang mengatakan,
لَعَنَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرِجَالِ


“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melaknat para lelaki yang menyerupai kaum wanita dan para wanita yang menyrupai kaum lelaki.” (HR.Bukhari 5885 di dalam Shahihnya).


Kembalilah Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Untukmu yang jatuh ke dalam kubangan LGBT, kembalilah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kembalilah kepada Rabb yang ampunan-Nya seluas langit dan bumi. Cukuplah kisah kaum Luth Alayhisalam menjadi pelajaran bagi setiap mereka yang berakal. Yakinilah dalam diri bahwa LGBT merupakan penyakit, dan setiap penyakit harus diobati dan pasti ada obatnya. Kuburlah masa lalumu yang buruk sambil menangis dengan penuh penyesalan akan dosa-dosa tersebut serta gunakan sisa usiamu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Wallahu A’lam.

---
Penulis: Ustadz Noviyardi Amarullah
Disalin dari Buletin Jum'at Muwahhidin Edisi 5 Tahun ke-1: 10 Jumadil Ula 1437 H / 19 Februari 2016.
Diterbitkan oleh Lembaga Rumah Amal Muwahhidin Pontianak.



0 comments:

Posting Komentar