Februari 16, 2018


Di tengah-tengah zaman penuh fitnah ini, prinsip aqidah yang sudah mapan seringkali digoyang dan dianulir. Atas dalih toleransi umat beragama, sebagian umat muslim menghormati perayaan agama Konghuchu atau etnis Tionghoa dengan ikut-ikutan merayakan dan memeriahkan hari besar kufur dan syirik ini. Bahkan sebagian mereka dengan suka rela mengucapkan selamat Gong Xi Fa Cai kepada orang-orang kafir atas hari raya tersebut. Bagaimana tinjauan Islam dalam menyikapi hari raya orang-orang kafir? Simak ulasan ringkas berikut ini.

Hari raya Imlek Syiar Agama Konghuchu


Setiap umat memiliki hari besar, yang bertujuan untuk mengenang dan menghidupkan peristiwa tertentu atau untuk mengungkapkan kebahagiaan, kesenangan yang sifatnya berulang-ulang. Allah جل جلاله berfirman.

...لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا...

“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang." (QS.al-Maidah: 48)


Perayaan adalah syariat dan ibadah, bahkan merupakan syiar suatu agama. Oleh karena itu tidak diragukan lagi bahwa menyerupai dan ikut-ikutan merayakan hari besar agama kufur akan menjurus pada kekufuran. (Iqtidha As-Shirat Al-Mustaqim 1/208).


Imlek adalah tahun baru China. Pada umumnya yang banyak merayakan Imlek adalah suku Tionghoa atau umat lain yang beraliran sama. Maka jika seorang muslim ikut-ikutan hari raya tahun baru China ini, sungguh dia telah terjatuh dalam dosa dan akan menjerumuskannya dalam kekufuran.

Islam Membatalkan Perayaan Kaum Jahiliyyah


Perayaan dalam Islam hanya ada dua macam yaitu Idul Fitri dan Idul Adha berdasarkan hadits.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى


Dari Anas bin Malik berkata: Tatkala Nabi datang ke kota Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari untuk bersenang gembira di waktu jahiliyyah, lalu beliau bersabda: “Saya datang kepada kalian, dan kalian memiliki duahari raya untuk bersenang gembira di Jahiliyyah. Dan sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik; idul adha dan idul fitri”. (HR. Abu Dawud 1134).



Adapun perayaan dan peringatan pada zaman sekarang, maka tak terhitung jumlahnya baik di negeri muslim apalagi non muslim. Lihat saja betapa banyaknya perayaan yang diselenggarakan di kuburan, petilasan, tokoh, negara dan lain sebagainya dari perayaan- perayaan yang tidak diizinkan oleh Allah جل جلاله .Di India misalnya, berdasarkan penelitian, penduduk muslim di sana memiliki 144 hari perayaan setiap tahunnya (Lihat Al-Qaulul Mubin fi Akhtail Mushallin hal. 412-413, oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman).


Dengan demikian, jelaslah tidak boleh bagi seorang muslim untuk ikut-ikutan hari Imlek atau ikut mengucapkan Gong Xi Fa Cai karena hal itu perayaan orang kafir, musyrik!!.


Sesungguhnya kewajiban seorang muslim setelah mencintai Allah جل جلاله dan Rasul صلى الله عليه وسلم adalah mencintai para penolong Allah جل جلاله dan kaum muslimin serta membenci orang yang memusuhi Allah جل جلاله dari kalangan orang-orang kafir. Allah جل جلاله berfirman.

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS. Al-Maidah: 55-56).


Sebaliknya, Allah جل جلاله melarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, melarang kaum muslimin untuk berloyalitas kepada non muslim sekalipun mereka adalah kerabat dekat. Allah جل جلاله berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah: 51).


Allah جل جلاله berfirman pula

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasihsayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (QS. Al-Mujadilah: 22).


Inilah pokok keyakinan Ahlussunnah wal jama’ah dari zaman ke zaman, tidak ada yang menyelisihi pokok yang agung ini kecuali orang yang jahil atau pengekor hawa nafsu (Lihat Al- Wala' wal Baro' Fil Islam, Oleh Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al-Fauzan).

Bila Seorang Muslim Ikut Perayaan Imlek


Tidak diragukan lagi, seorang yang mengaku muslim tidak boleh ikut perayaan Imlek atau sekedar mengucapkan selamat Gong Xi Fa Cai yang artinya selamat dan sejahtera kepada etnis Tionghoa. Hal itu dikarenakan wajib berlepas diri dari syiar kekufuran atau hari rayanya.


Hari rayanya orang kafir ada dua jenis. Pertama: Hari raya yang bersifat ibadah. Seperti hari raya atas lahirnya Al-Masih, maka jenis hari raya seperti ini adalah haram. Tidak boleh mengucapkan selamat berhubungan dengan hari raya semacam ini. Karena ucapan selamat kepada mereka akan hari raya ini berarti membenarkan kebatilan dan keyakinan mereka serta ikut gembira dalam ibadah yang mereka lakukan, maka ini jelas haram. Kedua: Hari raya yang berhungan dengan momen dan kejadian tertentu, seperti hari kemerdekaan, hari cinta kasih (Valentine Day), hari ulang tahun anak, hari buruh, tahun baru, maka hari raya seperti ini adalah bid’ah, tidak boleh bagi seorang muslim ikut serta dalam hari raya seperti ini. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Mengucapkan selamat berhubungan dengan hari raya krismas atau lainnya dari hari raya agama orang kafir hukumnya haram berdasarkan kesepakatan ulama.(Majmu' fatwa syaikh Ibnu 'Utsaimin, 3:45)


Mengapa ucapan selamat semacam ini hukumnya haram? Karena ada sisi pengakuan terhadap syiar orang-orang kafir, ridha terhadap mereka, sekalipun yang mengucapkan tidak ridha secara langsung. Akan tetapi haram bagi seorang muslim untuk ridha terhadap hal tersebut. Allah جل جلاله berfirman.

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ

Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu. (QS. Az-Zumar: 7).


Allah جل جلاله juga berfirman.


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah: 3).


Mengucapkan selamat atas hal itu adalah haram. Baik mereka ikut serta merayakannya atau tidak. Kadangkala timbul pertanyaan, jika seseorang bekerja di tempat orang kafir, lantas mereka orang kafir mengucapkan selamat hari raya kepada kita kaum muslimin, apakah tidak boleh kita juga membalas ucapan selamat ketika hari raya mereka? Sebagai respon timbal balik? Jawabnya; bila mereka mengucapkan selamat kepada kita maka kita tidak membalas ucapan selamat kepada mereka, pertama; karena itu bukan hari raya kita, kedua; karena merupakan hari raya yang tidak diridhai oleh Allah. Maka seorang muslim menjawab ucapan selamat orang kafir berhubungan dengan hari raya mereka adalah haram, karena dengan mengucapkan selamat berarti kita ikut serta terhadap hari raya yang sedang mereka rayakan”. (Majalah al-Furqon edisi 473/18, Kuwait).




Wallahu A'lam


---

Penulis: Ustadz Syahrul Fatwa.
Disalin dari Buletin Muwahhidin Edisi 4 Tahun ke 1. Waktu terbit: Jum'at, 3 Jumadil Ula 1437 H / 12 Februari 2016.






0 comments:

Posting Komentar