Bapak Mar'ie Muhammad

Bapak Mar'ie Muhammad

Bencana alam gempa dan Tsunami yang terjadi di bumi Iskandar Muda pada hari Ahad pagi tanggal 26 Desember 2004 menyisakan berbagai kepedihan, kesulitan, tantangan dan harapan. Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT atas segala kemudahan dan kesulitan yang ditetapkanNya.

Hari Ahad tanggal 26 Desember 2004 petang hari menjelang sang mentari kembali ke peraduaanya, saya telah menginjakkan kaki di bumi tanah rencong. Sungguh musibah luar biasa yang saya saksikan termasuk anak-anak kecil yang meraung-raung di jalan.

Anak-anak inilah yang kemudian kita jemput, kita kumpulkan dari Aceh dan Nias serta sekarang kita rumahkan dan kita asuh dalam rumah besar yang kita beri nama Rumah Anak Madani (RAM). Dengan sadar dipilih kata “madani” yang mengandung arti peradaban dan tidak ada peradaban tanpa kepandaian dan keahlian.

Di atas tanah sekitar 3 hektar yang berlokasi di Jalan Raya Veteran Pasar VII Desa Manunggal Helvetia Medan, anak-anak ini diasuh, dididik, disekolahkan dan dibesarkan seraya dicukupi kebutuhan sehari-hari. Rumah Anak Madani mempunyai kemampuan untuk menampung 1000 anak yang telah diseleksi secara professional dan kemudian mereka kita sekolahkan di sekolah unggulan yang letaknya tidak jauh dari RAM. Anak-anak ini tentu tidak hanya memperoleh pelajaran, tetapi juga pendidikan yang diserahkan kepada para pengasuh yang professional. Kelak kemudian diharapkan anak0anak ini akan menjadi dewasa dan menjadi aset sumber daya manusia bagi Aceh dan Nias, Insya Allah.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh semua yang terlibat di dalam pengelolaan RAM dan insya Allah harapan dan tantangan ini menjadi kenyataan.

Atas nama Yayasan Wisma Anak Korban Bencana Alam NAD dan Sumut saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi secara ikhlas termasuk kepada pemirsa TRANS TV, meskipun perjalanan sungguh masih jauh.

Terima kasih,

Ketua Pembina Yayasan